Limbah Dapur MBG Awat Diantisipasi, Pengelola Bangun Bak Penampungan

istimewa
ilustrasi: Dapur MBG (istimewa)
0 Komentar

GARUT– Keluhan beberapa orang warga di Kampung Awat Desa Cipareuan, Cibiuk terkait sumur dan selokaan tercemar limbah MBG. Direspon cepat oleh pengelola dapur MBG.

Warga yang sumurnya terdampak, mendapat kompensasi. Pihak SPPG pun sudah membuat bak penampungan limbah. Limbah bakal diolah lagi, hingga menjadi air jernih.

Kepala Dapur SPPG Awat, Cecep, menjelaskan beberapa warga yang terdampak limbah sudah mendapat kondensasi. Antisipasi jangka panjang, sudah dibuat bak penampungan limbah.

Baca Juga:Sempat Ambrol, TPT Bojongrangon Garut Dibangun Ulang Lebih KuatUsai Viral Dugaan Pungli di Pantai Sayang Heulang, DPRD Komisi III Siap Evaluasi Bersama Disparbud

“Kami minta waktu beberapa hari, untuk pengeringan coran bak limbah. Karena bak pembuangan limbah, diketahui rembes. Limbah dari bak penampungan diolah lagi. Setelah air jernih, ditarik ke toren, ” ungkap Cecep.

SPPG Awat dalam menjalankan fungsinya, tak ingin merugikan masyarakat terdekat. Cecep terbuka kepada warga, bila ada keluhan terkait limbah.

Dari pihak Puskesmas Cibiuk dan Pemerintah Kecamatan, sudah melakukan pengecekan ke dapur SPPG Awat. Termasuk meneliti kadar air dan pembuatan bak pembuangan limbah.

SPPG Awat kegiatannya sempat berhenti, karena terjadi penggantian pengelola. Sekarang sudah berjalan lagi.

Ketua RT Kampung Awat, Entah membenarkan ada keluhan warganya terkait limbah dapur MBG. Pihak SPPG sudah membuat bak penampungan limbah. Keluhan beberapa orang warga direspon SPPG.

Terpisah perangkat Desa Cipareuan, sudah mengecek dapur SPPG Awat dan bak pembuangan limbah. Karena ada keluhan dari beberapa orang warga, terkait limbah yang mencemari sumur dan selokan.

Pengecekan dan kordinasi, kata Dea dan Ratna Wulan perangkat Desa Cipareuan, sehubungan munculnya keluhan beberapa orang warga. Sekarang keluhan warga sudah diantisipasi pihak SPPG.(Pepen Apendi)

0 Komentar