GARUT – Rumah permanen lantai dua milik Oban Sobana di Kampung Ciawi RT 4 RW VIII, Desa Lingkungpasir, Kecamatan Cibiuk, mendadak ambruk akibat diguyur hujan deras terus menerus. Dua orang yang berada di dalam rumah menderita luka berat dan luka ringan akibat tertimpa reruntuhan beton.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu siang (8/11). Hingga Selasa (11/11), reruntuhan beton belum diangkat karena masih menunggu bantuan alat berat.
“Ayah saya Jaenudin menderita luka parah akibat tertimpa beton. Sedangkan Tarsa menderita luka benturan, tertimpa reruntuhan. Keduanya menjalani berobat jalan setelah dirawat,” kata Jaja, anak Jaenudin, Selasa (11/11).
Baca Juga:Ironi! Pupuk Bersubsidi Baru Terserap 50%, Banyak Warga Garut Mengeluhkan Kuota Kartu TaniLapas Kelas IIA Garut Tekan Overkapasitas hingga 0% Naikkan Martabat Pembinaan: Praktik Baik Pemasyarakatan
Jaja mengaku melihat langsung rumah Oban Sobana ambruk mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Rumah Jaja sendiri berada tepat di seberang rumah Oban. “Rumah lantai dua itu ambruk sekaligus tanpa muncul tanda-tanda retak,” ujarnya.
Kini, rumah lantai dua yang ambruk tersebut dikosongkan. Tak ada warga yang berani memasuki area tersebut karena khawatir bangunan yang tersisa kembali ambruk.
Butuh Alat Berat untuk Evakuasi Reruntuhan
Kepala Desa Lingkungpasir, Prahata Faturohman, bersama Sekretaris Desa Wawan Ridwan, menyampaikan bahwa bantuan alat berat dari Dinas PUPR dan instansi lain sangat dibutuhkan untuk mengangkat tembok beton yang ambruk dan meratakan bangunan rumah tersebut.
Menurut mereka, jika reruntuhan diangkat secara manual, dikhawatirkan bisa menimbulkan korban tambahan karena risiko ambruk susulan masih tinggi.
Penyebab Ambruknya Rumah
Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, Prahata Faturohman dan Wawan Ridwan menjelaskan bahwa penyebab ambruknya rumah permanen lantai dua milik Oban Sobana diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Tanah yang digunakan untuk membangun rumah merupakan tanah timbunan, meski demikian tidak ditemukan adanya pergeseran tanah di lokasi. Rumah itu sendiri telah dibangun beberapa tahun lalu, dan salah satu anak Oban Sobana diketahui bekerja di Jepang.
Pemerintah Desa setempat telah membuat laporan tertulis kepada Bupati Garut melalui Camat Cibiuk dan instansi terkait mengenai peristiwa ambruknya rumah tersebut.
Baca Juga:2 Warga Garut Tertahan di Kamboja Belum Diketahui NasibnyaHipakad Garut Sampaikan Pesan dan Harapan di Hari Pahlawan 2025
Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 500 juta, karena banyak perabotan hancur tertimpa beton.
