“Kami mengimbau kepada seluruhnya, apalagi dengan sekarang status siaga darurat hidrometeorologi basah, ya dari 14 Oktober sampai nanti bulan Mei, akhir Mei, kita akan dihadapkan dengan curah hujan yang tidak biasa, tapi curah hujan yang cukup tinggi mengarah ke tinggi. Dan itu tentu sangat berdampak terhadap kehidupan kita, yaitu kerawanan bencana yang terjadi dari sisi baik itu bencana, banjir bandang, banjir, terus pergeseran tanah atau longsor, ya termasuk disana juga ada puting beliung yang berdampak dari hujan yang ekstrim,” jelasnya.
“Ya, kami sampaikan bahwa memang bencana di Garut ya itu banyak sumbernya, banyak kriterianya, baik itu gempa, maupun longsor, banjir, banjir bandang, pergeseran tanah, puting beliung itu memang terjadi di Garut ya. . Dan untuk bagi yang berada pada daerah-daerah atau zona rawan, terutama dengan pergeseran tanah atau karena dekat tebing, atau rumahnya juga ditembah atau ditebing, ini untuk waspada, ya karena memang kontur tanah di Garut, khususnya di selatan, itu tingkat kemiringannya cukup curam, ya. Di samping kondisi geologisnya atau tanahnya kita itu banyak yang lempung dan berpasir, jadi kurang kuat tahanannya terhadap tanah, ya. Jadi mudah bergeser tanahnya di mana dialiri air yang cukup besar,” jelasnya.
BPBD juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai Mitigasi bencana.
“intinya mitigasi bencana ke depan kita selain menyampaikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, kita juga melakukan upaya-upaya penanganan, ya, rescue penanganan, evakuasi korban juga, kita melakukan asesmen dan memberikan bantuan untuk kebutuhan warga yang tertimpa bencana atau yang terdampak bencana. Dari BPBD kita ada peralatan perlengkapan keluarga, baik itu perlengkapan untuk ibadah, perlengkapan untuk sekolah, dan perlengkapan anak-anak, ya, terus itu kita seriakan. Dan untuk konsumsi atau pangan atau makanan, itu kita koordinasi dengan DINSOS dan ketahanan pangan,” tutup nya. (rizka)
