“Jadi ya mohon tanahnya dilepas ya, dengan harga yang dalam tanda kutip yang bisa yang mampu untuk diselesaikan oleh Pemda,” sebutnya.
Dr.Azhar menegaskan, dalam rencana ini pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak ada calo tanah yang nantinya akan memicu pembatalan pembangunan dan perluasan Rotinsulu.
“Jadi tolong masyarakat jangan ada calo-calo tanah di sini ya Pak Bupati, karena ini sekali lagi kalau semuanya nanti enggak ada istilahnya quote and quote menginginkan berdirinya pelayanan kesehatan yang lebih baik di sini,” tegasnya.
Baca Juga:Terbantu Program Satu Desa Satu Sarjana, Orangtua Mahasiswa di Garut Tak Pikirkan Biaya LagiPesantren Salafi-LASQI Garut Gelar Festival Seni, Izin HSN di Islamic Center Sempat Dicabut BPKAD
Terkait anggaran pembangunan, kata Dr.Azhar, untuk anggaran disediakan dari pusat, Pemkab Garut hanya menyediakan lahan saja.
“Demikian juga di Rumah Sakit dr. Slamet lahannya seluas 6.000 meter yang siap bangun, nominalnya lumayan cukup tinggi ya di atas 100 juta,” katanya.
Ia menambahkan, untuk di RS Rotinsulu ini kedepan akan ada rawat inap, dan kapasitasnya pun tergantung luas tanah, jika luas tanah disediakan sekitar 2,5 hektare maka akan ada 250 tempat tidur baru.
“Tapi kalau misalnya Pemda bisa memberikan kita 3 hektare, mungkin bisa sekitar 400 tempat tidur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, mengatakan pihaknya bersama jajaran DPRD Garut mendukung atas rencana tersebut.
“Karena ini sudah menjadi wacana sebelumnya, dan meyakinkan beliau (Dirjen Kemenkes) ini datang ke Garut untuk meyakinkan kita bahwa anggaran dari pusat ini akan turun,” kata Aris.
Syakur menambahkan, Pemkab mengalokasikan anggaran untuk Rotinsulu ini lumayan besar, namun berharap semakin luas tanah yang diserahkan, maka akan banyak masyarakat Garut yang terlayani.
Baca Juga:Indosat 5G Hadir di Garut, Dukung Gamer Push Rank Tanpa GangguanPemkab Garut Siapkan Rp9 Miliar Untuk Pembelian Lahan Sekolah Rakyat di Samarang
“Tadi kami, saya dan Ketua DPRD berkomitmen kita akan semaksimal mungkin ya untuk menyediakan lokasi seperti yang diharapkan oleh Kementerian Kesehatan,” tutup Syakur. (*)
