Harga Bapokting di Garut Fluktuatif, Disperindag Catat Kunjungan Pasar Turun Lebih dari 20 Persen

Penjual Ayam Boiler di Pasar Ciawitali Garut. (Ale/Radar Garut)
Penjual Ayam Boiler di Pasar Ciawitali Garut. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Harga sejumlah komoditas Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) di Pasar Ciawitali, Kabupaten Garut, mengalami fluktuasi. Sejumlah komoditas tercatat naik, sementara beberapa lainnya mengalami penurunan harga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pemantauan harga dilakukan setiap hari oleh petugas di lapangan dan dievaluasi secara berkala setiap pekan.

“Dari perkembangan minggu ke minggu ini memang ada beberapa kenaikan harga rata-rata dari minggu yang lalu,” ujar Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura.

Baca Juga:Kejar Target Pembangunan 2027, Pemkab Garut Siap Bebaskan Lahan Sekolah Rakyat di Desa Sukakarya SamarangPemkab dan DPRD Garut Terus Godok Raperda PKL: Tertibkan Kota Tanpa Mematikan Usaha Rakyat

Cabai merah keriting mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen, cabai rawit merah naik 8,4 persen, sementara bawang merah mengalami kenaikan sekitar 3,1 persen.

“Ini ada di cabai merah keriting, kemudian cabai rawit merah. Kalau di cabai merah keriting ini 6,5 persen kenaikannya, kemudian cabai rawit merah 8,4 persen, bawang merah 3,1 persen. Itu sekitar Rp800, jadi naiknya di Rp833,” jelasnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga.

Daging sapi tercatat turun sekitar 0,6 persen, sedangkan daging ayam broiler turun 2,5 persen atau sekitar Rp1.000.

Harga telur ayam broiler juga turun sekitar Rp667. Selain itu, cabai merah besar mengalami penurunan 11,5 persen, cabai rawit hijau turun 11,9 persen, serta bawang putih impor turun sekitar 7,5 persen.

“Sementara komoditi yang mengalami penurunan itu daging sapi turun 0,6 persen, daging ayam broiler turun 2,5 persen atau turun Rp1.000. Kemudian telur ayam broiler turun sekitar Rp667, cabai merah besar turun 11,5 persen, cabai rawit hijau turun 11,9 persen, kemudian bawang putih impor turun 7,5 persen,” ungkap Ridwan.

Menurutnya, perubahan harga dipengaruhi berbagai faktor, terutama tingkat permintaan dan pasokan di pasar.

“Memang sepanjang tahun kita bisa melihat kapan yang high season, permintaannya naik, permintaannya turun. Kemudian sesuai hukum pasar, saat permintaannya naik pasti harga pun juga menyesuaikan,” katanya.

Baca Juga:Dorong Ekonomi Lokal, Disparbud Garut Padukan Pelayanan Publik dan Bazar UMKM Lewat Pasar KreatifPemkab Garut Berencana Menata PKL Pasar Baru dan Disulap Mirip Malioboro

Meski sejumlah harga mengalami perubahan, Ridwan memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok di pasar-pasar rakyat Kabupaten Garut sejauh ini masih dalam kondisi aman.

0 Komentar