“Hari ini mau tidak mau harus kita bawa dulu ke rumah singgah Dinsos Garut. Dengan kondisi seperti ini, beliau tidak mungkin terus tinggal di sini,” kata Yudha.
Dalam proses evakuasi tersebut, bantuan juga diberikan kepada Didin. Dinas Ketahanan Pangan turut menyalurkan bantuan, sedangkan Yudha menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan sementara.
Meski demikian, Yudha menilai persoalan Didin membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Bantuan kebutuhan pokok disebut hanya menjadi langkah awal, sementara kondisi tempat tinggal dan kebutuhan perawatan Didin perlu mendapatkan solusi yang lebih komprehensif.
Baca Juga:Ditinggal Pegawai Saat Bakar Sampah, Gudang Rongsok di Bayongbong Garut Ludes TerbakarCKG Ungkap Banyak ASN Garut Alami Obesitas
Yudha berharap Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur dapat melakukan asesmen terhadap kondisi Didin setelah berada di rumah singgah Dinas Sosial Kabupaten Garut.
“Harapan saya nanti Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur bisa melakukan asesmen di rumah singgah. Karena Griya Lansia yang ada di Kabupaten Garut sudah penuh,” ujarnya.
Menurut Yudha, dirinya juga telah berkomunikasi dengan pihak Griya Lansia Kabupaten Garut dan memperoleh informasi mengenai keterbatasan kapasitas. Kondisi tersebut membuat opsi penanganan di tempat lain perlu dipertimbangkan.
“Barusan saya komunikasi langsung dengan kepala Griya Lansia. Informasinya sudah penuh. Solusinya bisa ke Griya Lansia di kota lain atau ke Griya Lansia milik Kementerian Sosial di Sentra Terpadu Pangudi Luhur di Kota Bekasi,” katanya.
Yudha memandang kondisi yang dialami Didin tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan bantuan sosial. Menurutnya, penanganan terhadap warga dalam kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah lintas tingkatan.
Ia berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Garut dapat berkoordinasi untuk mencari solusi terkait tempat tinggal dan pelayanan sosial bagi Didin.
“Harapan saya ini harus ada solusi. Kasihan beliau seorang diri. Beliau dikategorikan sebagai pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. Negara harus hadir, baik pemerintah pusat, Pemprov Jabar maupun Kabupaten Garut, untuk mencari solusi,” tegas Yudha.
Baca Juga:Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Samarang Garut DimatangkanPersoalan PKL di Garut Masih Belum Rampung, Tata Ruang Jadi Sorotan
Untuk sementara, Didin kini telah meninggalkan gubuk yang selama kurang lebih satu tahun menjadi tempat tinggalnya. Ia dibawa ke rumah singgah Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk menjalani penanganan dan asesmen lebih lanjut.
