GARUT – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Garut selama musim kemarau.
Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Garut, Usu Juarsa, mengatakan sejumlah kejadian karhutla yang muncul dalam beberapa waktu terakhir telah berhasil ditangani melalui koordinasi lintas instansi.
“Tapi alhamdulillah selama ini kebakaran sudah dapat kita tangani. Kita selalu koordinasi dengan BPBD, BKSDA, CDK, kita selalu kolaborasi dan selalu koordinasi,” ujar Usu saat dikonfirmasi di Kantor Perhutani Garut, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga:7 Pelajar jadi ABH, Polisi Sebut Kasus di Sukawening Bukan Sekedar PerundunganRutan Garut Gelar Sholat Istisqa, Karutan: Ikhtiar Spiritual untuk Keselamatan dan Keberkahan Indonesia
Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kejadian karhutla di wilayah Garut banyak berkaitan dengan aktivitas manusia. Karena itu, Perhutani mengajak masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.
“Yuk kalau seandainya terjadi kebakaran di manapun, kita siap membantu dan siap untuk komunikasi dengan kami,” katanya.
Salah satu kebakaran yang sempat terjadi berada di kawasan Gunung Cikuray dengan luas terdampak sekitar 2 hektare. Kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan bersama sejumlah unsur.
“Kebetulan itu memang dikelola di kawasan-kawasan hutan, cuma pengelolanya kita sudah ada regulasi dengan KHDPK, tapi tetap itu kewajiban kami. Kami sudah padamkan dengan CDK, Polsek, Babinsa serta warga masyarakat sekitar hutan,” jelasnya.
Karhutla juga sempat terjadi di wilayah Kecamatan Malangbong dengan luas area terbakar sekitar 0,5 hektare.
Secara keseluruhan, Perhutani mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran di sejumlah wilayah mencapai kurang lebih 4 hektare.
“Kalau ditotalkan kurang lebih 4 hektare yang menyebar di beberapa wilayah, tapi semua itu alhamdulillah sudah kami atasi,” ucapnya.
Baca Juga:PNM Gelar PKU Akbar 2026 di Sumedang, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dan Perkuat Kolaborasi DaerahPGE Area Kamojang Raih Dua Penghargaan EBTKE 2026, Inovasi Panas Bumi Dorong Green Jobs dan Ekonomi Lokal
Untuk menghadapi ancaman karhutla, Perhutani KPH Garut menyiagakan personel di berbagai wilayah.
Menurut Usu, unsur pengamanan terdiri atas empat anggota dan satu komandan regu. Selain itu, terdapat sekitar 29 KRPH yang bertanggung jawab pada wilayah masing-masing serta kurang lebih 40 mandor yang melakukan pemantauan.
“Di kami di lapangan juga ada kurang lebih 29 orang KRPH yang punya wilayah masing-masing. Serta ada kurang lebih 40 mandor yang selalu standby 24 jam, mereka ini yang selalu memantau,” ungkapnya.
