GARUT — Video yang memperlihatkan seorang siswi menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah pelajar perempuan viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di wilayah Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Dalam video berdurasi 53 detik yang beredar, tampak seorang siswi mengenakan jilbab dan seragam putih-biru menjadi sasaran kekerasan.
Ia beberapa kali terlihat ditampar dan dipukul oleh sejumlah pelajar perempuan secara bergantian.
Baca Juga:Hotel Harmoni Garut Rayakan HUT ke-8, Usung Konsep Koboi di Tengah Kebun JatiGarut Jadi Tuan Rumah West Java Swimming Championship 2026, 1.405 Atlet Ramaikan Talaga Bodas
Korban juga tampak menangis dalam rekaman tersebut. Tak hanya mendapat perlakuan kekerasan secara fisik, korban terdengar mendapat cacian dari para pelaku.
Sejumlah perempuan yang berada di lokasi terdengar meneriakkan kalimat dalam bahasa Sunda, salah satunya, “Pukul…. jangan nangis,”.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial hingga mendapat perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial N dan merupakan pelajar dari salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kecamatan Sukawening.
Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut kasus dugaan pengeroyokan itu kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Garut.
“Korban sudah membuat laporan di Polres Garut. Masih dalam penyelidikan,” kata Ipda Susilo Adi, Selasa malam.(*)
