Untuk melindungi diri, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat konsentrasi abu tinggi, menggunakan masker N95 atau sejenisnya yang mampu menyaring partikel halus, serta menjaga kebersihan rumah dengan membersihkan debu menggunakan kain basah (bukan sapu kering agar partikel tidak kembali beterbangan). Bagi yang merasa mengalami gejala pernapasan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau memang menjadi pengingat bahwa ancaman dari gunung api tidak hanya berupa lava atau aliran piroklastik, tetapi juga material halus yang terbawa angin dan masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari.
Kesadaran masyarakat terhadap risiko silika ini diharapkan dapat mengurangi dampak kesehatan jangka panjang, terutama di wilayah yang terkena sebaran abu vulkanik.(*)
