RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin, 31 Agustus 2026, didominasi berawan.
Berdasarkan data resmi dari laman BMKG (bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/32.05), hampir seluruh kecamatan di wilayah ini mengalami langit berawan dengan suhu udara berkisar antara 16 hingga 31 derajat Celsius dan kelembapan udara yang tinggi, mencapai 40–99 persen.
Di pusat Kabupaten Garut, khususnya Kecamatan Garut Kota, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu 18–28°C dan kelembapan 57–99%.
Baca Juga:iCAR V27: Mobil Listrik Terbaru Bergaya Offroad yang Siap Menemani Aktivitas Kota hingga Liburan Luar KotaMotor Matic Terbaru Ini Jadi Pilihan Praktis yang Bikin Aktivitas Harian Lebih Mudah
Kondisi serupa terjadi di sejumlah kecamatan lain seperti Karangpawitan dan Wanaraja (berawan, 19–29°C, kelembapan 56–98%), serta Cilawu dan Banjarwangi yang juga berawan dengan suhu sekitar 18–28°C dan kelembapan sangat tinggi hingga 99%.
Beberapa wilayah menunjukkan sedikit variasi. Kecamatan Tarogong Kaler, misalnya, diprakirakan cerah berawan dengan suhu 18–28°C dan kelembapan 50–97%.
Sementara di kawasan yang lebih rendah seperti Pameungpeuk dan Cibalong, cuaca cenderung cerah dengan suhu lebih hangat, sekitar 22–30°C, meskipun kelembapan tetap tinggi di kisaran 67–89%.
Wilayah pegunungan seperti Cisurupan, Cigedug, dan Bayongbong lebih dingin, dengan suhu minimum mencapai 17°C atau bahkan lebih rendah di malam hari, dan langit berawan.
Secara keseluruhan untuk Kabupaten Garut, data tingkat kabupaten menunjukkan cuaca berawan dengan kisaran suhu 17–27°C dan kelembapan 59–99%.
Tidak ada indikasi hujan lebat yang signifikan dalam prakiraan harian ini, sehingga aktivitas luar ruangan masih relatif aman, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi penurunan jarak pandang akibat kabut atau awan tebal, terutama di pagi dan malam hari di daerah dataran tinggi.
Kondisi berawan yang merata ini merupakan pola umum di wilayah Jawa Barat bagian selatan pada akhir Agustus menuju awal September. Suhu siang hari yang cukup hangat di beberapa kecamatan rendah dapat terasa gerah karena kelembapan tinggi, sementara di daerah perbukitan dan pegunungan, udara terasa lebih sejuk.
Baca Juga:Polres Garut Pasang Spanduk Imbauan di Titik Rawan, Cegah Karhutla dengan Edukasi dan Keterlibatan MasyarakatHarga BBM Non-Subsidi Turun di Seluruh SPBU Indonesia, Berlaku Mulai 28 Agustus 2026
Petani, wisatawan, dan masyarakat yang beraktivitas di luar disarankan memakai pakaian yang nyaman serta membawa payung atau jaket tipis sebagai antisipasi perubahan cuaca lokal.
