Bahaya Membuka Pintu Kereta dan Jendela WC Saat KA Melaju: Ini Alasan dan Sanksi Tegas dari KAI

(Istimewa)
Alasan dibalik larangan membuka pintu dan jendela toilet kereta (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Naik kereta api memang jadi pilihan transportasi yang nyaman, cepat, dan relatif aman di Indonesia. Namun, ada aturan keselamatan yang wajib dipatuhi semua penumpang.

Salah satunya adalah larangan membuka pintu kereta api dan jendela toilet (WC) saat kereta sedang berjalan. Aturan ini bukan formalitas semata, melainkan langkah penting untuk melindungi keselamatan diri sendiri, penumpang lain, dan kelancaran perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi dan berulang kali mengingatkan masyarakat melalui media sosial resmi @KAI121 serta akun Commuter Line. Membuka pintu ketika kereta melaju sangat berbahaya.

Baca Juga:iCAR V27: Mobil Listrik Terbaru Bergaya Offroad yang Siap Menemani Aktivitas Kota hingga Liburan Luar KotaMotor Matic Terbaru Ini Jadi Pilihan Praktis yang Bikin Aktivitas Harian Lebih Mudah

Saat kereta bergerak dengan kecepatan tinggi, tekanan angin di sekitar pintu menjadi sangat besar. Risiko utama yang mengintai adalah penumpang bisa terhempas atau jatuh ke luar gerbong. Selain itu, tindakan ini juga bisa mengganggu stabilitas perjalanan dan membahayakan orang lain di dalam kereta.

Area bordes (bagian ujung gerbong yang menjadi akses antarkereta dan tempat toilet biasanya berada) juga tidak boleh dijadikan tempat berkumpul atau berdiri lama saat kereta berjalan.

Bordes hanya boleh dilalui saat hendak ke toilet atau pindah gerbong. Pintu hanya boleh dibuka ketika kereta sudah berhenti sempurna di stasiun atau atas instruksi petugas dalam keadaan darurat.

Mengapa Jendela Toilet Juga Perlu Diperhatikan?

Selain pintu, jendela atau ventilasi toilet kereta juga sering menjadi perhatian. Di banyak kereta, lubang ventilasi atau jendela toilet posisinya relatif rendah.

Membuka jendela toilet sembarangan, terutama saat kereta berhenti di stasiun, berpotensi mengurangi privasi. Orang di luar bisa melihat ke dalam jika jendela tidak tertutup rapat.

Meski toilet modern KAI sudah menggunakan sistem Toilet Ramah Lingkungan (TRL) sejak 2010 sehingga kotoran tidak langsung dibuang ke rel, imbauan tetap berlaku: gunakan toilet sebaiknya saat kereta berjalan dan pastikan pintu serta jendela tertutup dengan baik.

Untuk Kereta Rel Listrik (KRL/Commuter Line), pihak KAI Commuter secara eksplisit mengimbau penumpang agar tidak membuka jendela kereta kecuali dalam keadaan darurat. Hal ini untuk menjaga keamanan, mencegah benda asing masuk, dan mengurangi risiko kecelakaan.

0 Komentar