JOMBANG – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Garut memanfaatkan momentum pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, dengan melakukan rangkaian ziarah ke makam para ulama, muassis, dan tokoh besar NU.
Ziarah tersebut dilakukan secara berurutan mulai dari makam Syaikh Kholil Bangkalan, kemudian Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, hingga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta sejumlah makam ulama lainnya.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Garut, Abdullah Badar, mengatakan rangkaian ziarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kader Ansor selama mengikuti agenda Muktamar NU di Jawa Timur.
Baca Juga:Viral Pria Acungkan Celurit ke Truk di Cibalong, Polisi Amankan Terduga PelakuDiduga Curi Motor, Seorang Pria Dikejar hingga Diamankan Warga di Tarogong Kidul
Menurutnya, kader Ansor tidak hanya datang untuk mengikuti dinamika organisasi, tetapi juga berusaha menyambungkan kembali ingatan dan spiritualitas perjuangan dengan para ulama yang memiliki peran besar dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
“Momentum Muktamar ini kami manfaatkan tidak hanya untuk mengikuti agenda organisasi, tetapi juga untuk bersilaturahmi secara spiritual kepada para muassis, kiai dan ulama yang telah meletakkan fondasi perjuangan Nahdlatul Ulama,” ujar Abdullah Badar, Sabtu (29/8/2026).
Rangkaian perjalanan dimulai dengan berziarah ke makam Syaikh Kholil Bangkalan. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam KH Hasyim Asy’ari, salah satu tokoh utama yang menjadi bagian penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, sebelum rombongan mengunjungi makam KH Bisri Syansuri.
Badar mengatakan kunjungan ke makam KH Bisri Syansuri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian napak tilas perjuangan para kiai NU.
“Setelah dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, kami juga berziarah kepada KH Bisri Syansuri. Kami ingin kader memahami bahwa perjalanan NU dibangun oleh perjuangan panjang para kiai. Masing-masing memberikan teladan dan pengabdian yang harus terus dikenang oleh generasi penerus,” katanya.
Menurut Badar, berziarah ke makam para ulama memberikan kesempatan kepada kader untuk tidak sekadar mengetahui nama-nama besar dalam sejarah NU, tetapi juga merenungkan perjuangan dan nilai yang mereka wariskan.
