Buky mengakui, sejauh ini belum terdapat perencanaan khusus yang secara komprehensif mengintegrasikan sektor olahraga dengan pariwisata di tingkat provinsi. Namun, penyelenggaraan kegiatan di Garut menurutnya dapat menjadi embrio lahirnya konsep tersebut.
“Kalau secara khusus belum. Nah, justru ini menjadi gagasan. Peristiwa di Garut ini menjadi gagasan untuk saya bawa nanti ke provinsi. Nanti saya bicarakan dengan gubernur, saya bicarakan dengan dinas terkait sehingga nanti bisa dijadikan konsep yang bisa berkesinambungan dan secara continue bisa dijalankan,” tegasnya.
Menurut Buky, konsep serupa tidak hanya dapat diterapkan di Kabupaten Garut. Hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki karakteristik seni, budaya, olahraga maupun objek wisata yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.
Baca Juga:Muhammad Harun Al Rasyid jadi Nahkoda Baru Rutan Garut Gantikan Muchamad Ismail19 Atlet Panahan Tradisional Garut Bersiap Berlaga di Kejurnas FESPATI 2026, Terbanyak se-Jawa Barat
Ia mencontohkan Cirebon, Bandung, Cianjur, Bogor, Tasikmalaya hingga Sukabumi yang masing-masing memiliki kekuatan dan identitas daerah.
“Saya kira mampu karena hampir semua daerah kabupaten/kota di Jawa Barat ini punya identitas seni budaya sendiri. Semua mampu. Kita punya potensi yang bisa dikembangkan dari modal sosial, objek wisata maupun warisan budaya mereka,” katanya.
Selain membangun konsep sport tourism, Buky menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana olahraga. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi salah satu syarat agar pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi dapat berkembang.
Ia bahkan menyebut adanya keinginan agar setiap kecamatan memiliki setidaknya satu lapangan sepak bola yang representatif serta fasilitas olahraga lainnya, termasuk arena futsal yang memadai.
“Kita ingin punya lapangan bola yang baik, paling tidak satu kecamatan satu lapangan bola yang bagus. Punya arena futsal yang memadai. Seperti di Garut ini bagus, di Kuningan juga bagus, banyak kota sudah mulai bagus-bagus,” ujarnya.
Menurut Buky, pembangunan fasilitas olahraga tidak seluruhnya harus bergantung pada APBD. Pelibatan swasta dan investor dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan fasilitas olahraga secara berkelanjutan.
Sementara dari sisi pembinaan atlet, Buky menilai kompetisi futsal juga menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan. Kehadiran klub profesional dan pemandu bakat membuka peluang atlet daerah untuk naik ke level profesional.
