Setelah masa dinas berakhir, sebagian kembali ke Afrika, tetapi banyak yang memilih menetap di Hindia Belanda. Mereka menikah dengan wanita lokal dan membentuk komunitas keturunan Afrika-Indo. Setelah kemerdekaan Indonesia, kebanyakan keturunan mereka kemudian pindah ke Belanda.
Pergeseran Makna di Masyarakat
Seiring waktu, makna Londo Ireng mengalami perluasan. Istilah yang awalnya merujuk khusus pada tentara Afrika KNIL kemudian juga digunakan untuk menyebut pribumi yang bergabung dengan tentara kolonial atau dianggap berpihak kepada Belanda.
Dalam konteks modern, kata ini sering dipakai secara metaforis untuk menyindir pihak yang dianggap lebih membela kepentingan asing daripada kepentingan bangsa sendiri.
Baca Juga:Api Lahap Lahan Pertanian Seluas 2 Hektar Di Cibalong, Sebabkan Kerugian Material BesarHimbauan Waspada Musim Kemarau, Disdamkar Garut Ajak Masyarakat Cegah Karhutla
Memahami sejarah Londo Ireng penting agar kita tidak terjebak dalam penyederhanaan makna. Istilah ini mengingatkan bahwa sejarah kolonial Indonesia melibatkan berbagai etnis dan latar belakang, bukan hanya orang Belanda dan pribumi.
Dengan mengetahui fakta aslinya, kita bisa melihat masa lalu secara lebih utuh dan menghindari salah kaprah dalam penggunaannya hari ini.(*)
