Menurutnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki peran penting sebagai perguruan tinggi induk pembina Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta.
“Kami merasa terhormat dan bersyukur atas kehadiran keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan melahirkan berbagai program kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua lembaga,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan sinergi dengan perguruan tinggi negeri dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan STIT Qurrota A’yun.
Baca Juga:Lapas Garut Raih Dua Penghargaan Pengelolaan Keuangan dari KPPNKPPN Garut Beri Penghargaan kepada Satker Berprestasi dan Pemkab Garut
Pengalaman akademik, hasil penelitian, serta wawasan yang dibagikan para dosen UIN diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa, guru, dan dosen dalam mengembangkan pembelajaran.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berlanjut dalam bentuk pelatihan, penelitian, pendampingan, dan program akademik lainnya,” katanya.
Jadi Awal Kerjasama Berdampak Nyata
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qurrota A’yun, KH. Atep Wahid Kosim, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Yayasan Qurrota A’yun sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap pengabdian tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan lembaga pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas kepercayaan dan kepeduliannya kepada Yayasan Qurrota A’yun,” ujar Aep.
Ia berharap ilmu yang dibagikan dapat menjadi amal jariah bagi para narasumber serta membawa manfaat bagi guru, mahasiswa, dan masyarakat.
“Semoga ilmu yang disampaikan memberikan keberkahan dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” katanya.
Baca Juga:Rutan Garut Raih Penghargaan Penggunaan CMS Terbaik Semester I 2026Hari Anak Nasional 2026, UPT Pemasyarakatan Garut Raya Perkuat Perlindungan Hak Anak
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Diskusi dua arah mempertemukan pengalaman para guru di lapangan dengan perspektif akademik yang disampaikan para dosen UIN.
Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penguatan literasi, penggunaan media pembelajaran praktis, serta pentingnya inovasi dalam pembelajaran bahasa.
Bagi mahasiswa STIT Qurrota A’yun yang telah menjadi guru, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi pendidik merupakan proses belajar yang berlangsung sepanjang hayat.
