“Selain itu juga kita ada Cikembulan Go To Hotel, yang sudah beberapa kali kita bekerja sama dengan Hotel Harmoni untuk bisa menarik pengunjung yang ada di luar kota untuk berkunjung ke Taman Satwa Cikembulan,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut juga sempat melakukan monitoring ke Taman Satwa Cikembulan. Monitoring tersebut dilakukan untuk mengecek fasilitas dan memberikan masukan bagi pengelola agar pelayanan kepada pengunjung semakin baik.
“Perhatianya monitoring selalu ada ke tamu sapa untuk melakukan pengecekan dan mengingatkan kembali juga ke pihak kami tentang fasilitas-fasilitas yang dapat penunjang bagi pengunjung,” tambahnya.
Baca Juga:BPKAD Garut Gandeng Kejari Amankan Aset Daerah yang Dikuasai Pihak LainTak Pernah Sepi, Alun-alun Garut Jadi Pilihan Favorit Keluarga Mengisi Libur Sekolah
Sementara untuk kebutuhan pakan satwa, Willy menyebut saat ini masih dikelola secara mandiri oleh pihak taman satwa. Meski demikian, ada juga bantuan donasi pakan dari sejumlah pihak, termasuk perusahaan, mahasiswa, dan pelajar yang menjalani praktik kerja lapangan.
“Selain juga ada donasi-donasi dari Superindo ada donasi pakan, ada mahasiswa-mahasiswa atau pelajar yang PKL disini mereka secara sukarela untuk memberikan donasi pakan,” sebutnya.
Willy berharap kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan terus meningkat. Menurutnya, tempat tersebut tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal satwa liar dan pentingnya konservasi.
“Harapannya mudah-mudahan pengunjung bisa terus meningkat karena tidak hanya berwisata atau liburan di Taman Satwa Cikembulan ini, tapi juga bisa belajar mengenai satwa liar yang ada disini dan bisa juga mengetahui tentang konservasi satwa liar,” tutupnya. (*)
