Namun, tantangan seperti standar higiene, kualitas bahan baku, pengawasan distribusi, dan pencegahan penyalahgunaan tetap menjadi perhatian utama yang sedang dikaji.
Dalam konteks yang lebih luas, program MBG diharapkan mampu mengatasi masalah gizi buruk yang masih menjadi tantangan nasional. Data stunting di Indonesia meski telah menurun, tetap memerlukan intervensi berkelanjutan.
Melibatkan kantin sekolah secara terstruktur bisa menjadi terobosan inovatif yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Investor Ramai Buru Peluang Investasi Aman!Kenali Bata Merah dan Bata Ringan Sebagai Bahan Bangunan Rumah
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa Kemendikdasmen terus berkoordinasi intensif dengan BGN. Kebijakan lanjutan yang lebih detail diharapkan segera dirilis agar persiapan di tingkat sekolah dapat dimulai.
“Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG,” pungkasnya.
Dengan pendekatan hati-hati dan kolaboratif ini, diharapkan MBG tidak hanya menjadi program bantuan sementara, melainkan fondasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(*)
