Daerah-daerah seperti Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar akan semakin terhubung dengan pusat-pusat ekonomi besar. Wisatawan dari Jakarta dan Bandung, misalnya, bisa mencapai Pantai Pangandaran dalam waktu yang lebih singkat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Proyek ini juga bagian dari Jalan Tol Trans Jawa bagian selatan, yang akan menghubungkan Bandung lebih efisien dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui koneksi di Cilacap dengan Tol Pejagan dan Tol Yogyakarta.
Nilai investasi keseluruhan mencapai sekitar Rp56,2 triliun, dengan pembagian panjang di Jawa Barat sekitar 169 km dan Jawa Tengah sekitar 37 km. Saat beroperasi nanti, tol ini diproyeksikan mampu menampung hingga 10.800 kendaraan per hari, sekaligus mengurangi kemacetan di jalur konvensional yang selama ini sering menjadi keluhan masyarakat.
Baca Juga:Update Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini 26 Juni 2026Pemkab Garut Luncurkan Aplikasi MAKARTI Berbasis AI untuk Tingkatkan Transparansi Pengelolaan Aset Daerah
Tantangan dan Harapan ke Depan
Sebelumnya, proyek ini sempat terhambat karena kegagalan lelang dan proses pembebasan lahan yang memakan biaya besar (bahkan disebutkan Rp3 triliun untuk sebagian lahan di Jabar).
Keterlibatan Kemenkeu melalui PDF diharapkan dapat mengatasi kendala teknis, finansial, dan regulasi sehingga proyek tidak lagi mangkrak. Pemerintah optimistis bahwa dengan dokumen yang lebih matang dan pendampingan hingga tahap transaksi, investor swasta akan lebih tertarik untuk berpartisipasi.
Keberhasilan Tol Getaci tidak hanya akan menjadi prestasi infrastruktur nasional dengan menjadi tol terpanjang di Indonesia untuk sementara waktu, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan di wilayah Jawa bagian selatan.
Masyarakat diharapkan terus mendukung proses ini, sementara pemerintah daerah terkait diminta aktif berkoordinasi untuk pembebasan lahan dan mitigasi dampak sosial.(*)
