Telur Dadar Resmi Dilarang Jadi Menu Makanan MBG

(Unsplash/radargarut.id)
Telur dadar resmi jadi menu makanan yang dilarang disajikan dalam menu MBG (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Dalam acara bertemu langsung dengan ribuan mitra dan penggerak program di Sentul, Bogor, pada Rabu 3 Juni 2026, Prabowo memberikan arahan tegas terkait penyajian menu harian bagi jutaan anak sekolah di Indonesia.

Dua hal yang menjadi sorotan utama adalah larangan menyajikan telur dalam bentuk dadar serta pembatasan pemotongan ayam agar tidak terlalu kecil.

Menurut Prabowo, telur yang disajikan dalam program MBG harus dalam bentuk ceplok atau rebus murni.

“Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan bikin dadar,” tegasnya.

Baca Juga:Dadan CS Diduga Raup Untung Miliaran Rupiah Per Hari Dari Program MBGJadwal Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste di Piala AFF 2026

Alasan di balik larangan ini cukup sederhana namun krusial, kekhawatiran bahwa telur dadar sering kali dicampur tepung terlalu banyak, sehingga porsi nutrisi telur asli yang diterima anak menjadi berkurang.

Dengan cara dadar, satu butir telur berpotensi “terencerkan” dan tidak memberikan manfaat protein optimal yang diharapkan. Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan keadilan gizi.

Setiap anak berhak mendapatkan satu butir telur utuh setiap hari. Baik dalam bentuk ceplok maupun rebus, anak dapat melihat dan merasakan langsung kualitas bahan pangan yang mereka konsumsi.

Ia bahkan meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk turut mengawasi implementasi arahan ini di lapangan, khususnya di sekolah-sekolah.

Tidak berhenti di situ, Prabowo juga melakukan aksi demonstrasi langsung soal pemotongan ayam. Ia membawa dua wadah berisi ayam goreng ke atas panggung. Satu wadah berisi ayam yang dipotong menjadi 8 bagian (ukuran lebih besar), dan wadah lainnya dipotong menjadi 14 bagian (ukuran lebih kecil).

Dengan tegas, Prabowo menyatakan bahwa pemotongan ayam menjadi lebih dari 8-10 bagian berisiko mengurangi kualitas porsi daging yang diterima anak.

“Kalau 1 ekor ayam dipotong jadi 14, berarti dosa,” ujarnya.

Ia mengingatkan para mitra dapur MBG untuk menjaga integritas program. Potongan yang terlalu kecil dikhawatirkan hanya trik untuk menghemat biaya produksi sambil tetap memenuhi target volume, tapi mengorbankan nilai gizi.

Baca Juga:Ini 9 Gunung Tertinggi di Garut yang Wajib Dikunjungi PendakiKemensos Buka Ribuan Lowongan PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026

Mengapa Detail Kecil Ini Penting?

Program MBG merupakan salah satu janji kampanye utama Prabowo-Gibran yang kini sedang dijalankan secara masif. Tujuannya bukan sekadar memberi makan, melainkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui gizi yang baik sejak usia dini.

0 Komentar