RADARGARUT– Media Singapura turut mengangkat polemik seputar frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Sorotan ini muncul setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik intensitas lawatan Prabowo di tengah berbagai tantangan ekonomi dalam negeri.
Dalam laporannya pada Senin, 2 Juni 2026, The Straits Times menuliskan bahwa pemerintah Indonesia akhirnya menyampaikan pembelaan paling lengkap sejauh ini terhadap kritik yang datang dari politisi, diplomat, hingga media internasional mengenai biaya, skala, dan prioritas diplomasi Prabowo.
Artikel berjudul “‘Not showmanship’: Aide hits back at critics of Prabowo’s foreign trips” tersebut menyebutkan bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah merespons kritik tersebut secara rinci melalui video berdurasi hampir tujuh menit yang diunggah di YouTube Sekretariat Kabinet pada 1 Juni 2026.
Baca Juga:Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Juni 2026Harga Emas Antam Hari Ini Ambruk Signifikan, Ini Detailnya
Menurut The Straits Times, ini merupakan respons paling langsung dari pejabat senior pemerintah terhadap kritik yang semakin gencar, terutama seiring melemahnya nilai Rupiah dan ketidakpastian ekonomi.
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah mengunjungi sedikitnya 29 negara dengan lebih dari 50 agenda internasional.
Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut membawa manfaat konkret bagi Indonesia, mulai dari peningkatan investasi, perjanjian perdagangan, penguatan kerja sama pertahanan, hingga dukungan untuk isu Palestina.
Teddy juga menanggapi kritik Dino Patti Djalal yang sebelumnya meminta Prabowo mengurangi secara signifikan perjalanan luar negeri dan lebih banyak menggunakan konferensi video, serta memberikan peran lebih besar kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
Dalam responsnya, Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan Dino, namun juga menyoroti bahwa Dino baru menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama sekitar tiga bulan.
Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menanggung sendiri setiap kelebihan biaya perjalanan dari anggaran negara. Selain itu, ukuran delegasi yang mendampingi Prabowo sudah dikurangi lebih dari 50 persen dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Pembelaan Teddy ini menjadi sorotan karena ia dianggap sebagai salah satu ajudan terdekat Presiden Prabowo. Meski demikian, hal ini memicu banyak sekali kontra di masyarakat.
Baca Juga:Jadwal Polytron Indonesia Open 2026: Cek Link Streaming Gratis Berikut dan Siaran TV LangsungnyaKA Cikuray Terus Tumbuh Jadi Moda Transportasi Favorit: Hubungkan Garut dengan Jakarta
Banyak masyarakat yang setuju dengan hal yang disampaikan Dino. Menurut masyarakat, masukkan yang diberikannya harus tetap dipertimbangkan tanpa memandang lama jabatannya selagi baik.(*)
