Media Singapura Sebut Jakarta Jadi Gotham City Indonesia

(Unsplash/radargarut.id)
Jakarta disebut jadi Gotham City Indonesia di tengah krisis ekonomi melemahnya nilai rupiah (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Jakarta kembali menjadi sorotan internasional setelah media Singapura, The Straits Times, membandingkan ibu kota Indonesia dengan Gotham City, kota fiksi penuh kejahatan dalam komik Batman.

Perbandingan ini muncul akibat maraknya video kejahatan jalanan di Jakarta yang viral di media sosial belakangan ini. Meski demikian, citra negatif tersebut ternyata tidak terlalu memengaruhi minat wisatawan asal Singapura.

Banyak di antara mereka tetap berdatangan ke Jakarta, bahkan menjadikannya destinasi favorit untuk belanja dan wisata kuliner. Menurut laporan The Straits Times, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membuat Jakarta semakin menarik.

Baca Juga:Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian DuniaViral Heboh Indomaret Kompak Tutup 31 Mei & 1 Juni 2026: Ini Faktanya!

Dengan kurs rupiah yang berada di level Rp17.840-an per dolar AS, daya beli wisatawan asing meningkat drastis. Harga barang, oleh-oleh, makanan, hingga penginapan terasa jauh lebih murah dibandingkan di Singapura.

Salah satu wisatawan Singapura, Noraini Rahmat (52), mengaku tidak terlalu khawatir dengan isu keamanan. Bersama dua saudara perempuannya, ia menghabiskan waktu dari 22 hingga 25 Mei 2026 untuk “maraton belanja” di Jakarta. Menginap di kawasan Menteng yang strategis, mereka bisa berjalan kaki menuju berbagai pusat perbelanjaan ternama.

“Tidak ada waktu untuk takut, masih banyak belanjaan yang harus dibeli,” candanya.

Realitas Kejahatan di Lapangan

Di balik cerita positif para wisatawan, Jakarta memang sedang menghadapi masalah kejahatan jalanan yang cukup serius. Beberapa insiden yang melibatkan turis asing tercatat dalam waktu dekat:

  • Pada 8 Mei 2026, seorang warga Polandia menjadi korban penjambretan oleh pengendara motor di kawasan Kebon Sirih, Menteng.
  • Pada 14 Mei 2026, seorang turis Italia kehilangan ponselnya dirampas oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor di dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Kedua kejadian tersebut memperkuat persepsi bahwa kejahatan jalanan, khususnya jambret dan rampok motor, semakin berani. Video-video kejadian serupa yang beredar luas di media sosial semakin memperburuk citra Jakarta di mata dunia.

Daya Tarik Ekonomi vs Isu Keamanan

Fenomena ini menunjukkan dualitas yang menarik di Jakarta saat ini. Di satu sisi, ada kekhawatiran akan keamanan publik, di sisi lain, faktor ekonomi berupa rupiah yang melemah justru menjadi magnet kuat bagi wisatawan dari negara dengan mata uang lebih kuat.

0 Komentar