Bagi wisatawan Singapura, Jakarta menawarkan kombinasi yang sulit ditolak: harga murah, pilihan belanja yang beragam (dari barang branded hingga produk lokal), serta kuliner Indonesia yang kaya rasa. Mulai dari mall-mall mewah hingga pasar tradisional, semua terasa lebih terjangkau.
Namun, para ahli dan pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan keuntungan dari rupiah lemah. Perbaikan keamanan publik, khususnya di kawasan wisata dan pusat kota, menjadi sangat penting agar citra Jakarta tidak terus-terusan dikaitkan dengan Gotham City.
Kemenangan ekonomi jangka pendek dari pariwisata belanja bisa cepat hilang jika isu keamanan tidak ditangani serius. Wisatawan mungkin datang sekali atau dua kali karena harga murah, tetapi mereka tidak akan kembali jika merasa tidak aman.
Baca Juga:Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian DuniaViral Heboh Indomaret Kompak Tutup 31 Mei & 1 Juni 2026: Ini Faktanya!
Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Jakarta. Dengan penanganan yang tepat, kota ini bisa mengubah narasi negatif menjadi cerita positif sebagai destinasi wisata yang ramah, beragam, dan bernilai tinggi.
Sementara itu, bagi wisatawan yang tetap berani datang, Jakarta tetap menawarkan pengalaman belanja yang menguntungkan setidaknya selama rupiah masih berada di level rendah.(*)
