Oleh: Dr. Moch Ilham Anshory, M.Hum – Penulis, Peneliti Budaya, & Anggota Kaukus Lingkungan Hidup Kabupaten Garut.
PADA hari Jumat tanggal 15 Mei 2026 ada seorang ibu yang meninggal dunia di Pantai Selatan. Ibu tersebut warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Ia berpulang di Pantai Madasari, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial.
Kematian memang sudah sunnatullah. Setiap makhluk di muka bumi pasti akan kembali. Sebagai seorang muslim kita harus memetik pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan.
Sebagai peneliti budaya termasuk alam di dalamnya, penulis acap kali melakukan penelitian maupun perjalanan di pesisir selatan Jawa Barat. Penulis teringat tingkat pertama mengenyam pendidikan di program studi Sastra Sunda, UNPAD.
Baca Juga:Seskab Teddy: Diplomasi Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi hingga Penguatan Posisi IndonesiaPer 2 Juni 2026 KPPN Garut Salurkan Gaji ke-13 ASN Pusat Rp34,28 Miliar
Penulis Kuliah Kerja Lapangan di Kecamatan Cikakak, Sukabumi. Kecamatan Cikakak terkenal dengan Hotel yang di dalamnya ada kamar khusus untuk Nyi Roro Kidul. Kemudian Kuliah Kerja Nyata di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
Pada saat itu penulis tinggal berjarak kurang lebih 500 meter dari bibir basisir kidul. Waktu itu saban waktu mendengar deburan ombak. Selain itu, penulis menjadi tenaga lapangan kegiatan riset pesisir dll.
Pantai selatan itu sangat cantik. Kecantikan pesisir selatan tidak diragukan lagi. Doel Sumbang menulis dan menyanyikan lagu yang berjudul “Bulan di Langit Batu Hiu”. Setiap hari libur lebaran, tahun baru, wisatawan memadati pantai-pantai di kawasan Pangandaran, dan pantai lainnya.
Keindahan pantai selatan dapat dinikmati di atas, contohnya di Puncak Guha, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Bagi penulis, menikmati dari atas lebih indah. Bermain pasir, berenang, menyaksikan matahari terbenam, menikmati santapan beragam kuliner ikan laut menjadi daya pikat bagi pelancong untuk kembali mengunjungi basisir kidul.
Dibalik kecantikan laut kidul, kesiagaan yang harus tetap dipegang. Para wisatawan jangan sampai lengah. Penulis mengamati acap kali wisatawan itu sologoto (Ceroboh). Mereka tidak mencoba memahami karakter pesisir selatan. Pengalaman penulis di lapangan, karakter pantai selatan itu cukup kompleks.
Secara garis besar pantai selatan memiliki arus yang kuat dan pada beberapa lokasi terdapat batu karang. Pandangan penulis ini diperkuat oleh penelitian Syafira Naila Turrahma dkk. Tulisan tersebut tertuang dalam Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora Volume 4 Nomor 3 Juli (2025)
