RADARGARUT– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Siklon Tropis Jangmi yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua menjadi pemicu utama potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Siklon Tropis Jangmi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 99W dan mencapai intensitas siklon tropis pada 27 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Saat ini, pusat siklon berada di Samudra Pasifik utara Papua dengan tekanan sekitar 1000 hPa dan kecepatan angin maksimum 35 knot (kategori 1).
Dalam 24 jam ke depan, intensitasnya diprakirakan masih meningkat meski tetap pada kategori tropis rendah, dengan pergerakan ke arah barat hingga barat laut.
Baca Juga:KCIC Beri Diskon 10% untuk Rombongan Naik Whoosh di Long WeekendBapanas Bertekad Jaga Harga Beras SPHP Tetap Stabil di Tengah Gejolak Mata Uang
Menurut BMKG, keberadaan Jangmi memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga utara Papua. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif.
Sirkulasi siklonik di pesisir utara Papua Nugini juga memperkuat perlambatan angin di wilayah Papua dan sekitarnya.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah berikut:
- Hujan Lebat hingga Sangat Lebat: Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.
- Hujan Sedang hingga Lebat: Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, serta beberapa wilayah lain di sepanjang jalur konvergensi.
- Angin Kencang: Kecepatan angin permukaan di atas 25 knot berpotensi terjadi di Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga Papua.
- Gelombang Tinggi: Masyarakat pesisir dan pengguna jasa pelayaran di perairan Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, Raja Ampat, Manokwari, Biak, Jayapura, Halmahera, Morotai, dan sekitarnya diminta waspada. Gelombang bisa mencapai ketinggian signifikan, berisiko bagi kapal nelayan dan feri.
Di wilayah Indonesia bagian barat, dampaknya lebih ringan. Hujan sedang diprakirakan mengguyur Medan dan Palangkaraya, sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Semarang, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin.
Implikasi dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Cuaca ekstrem akibat siklon tropis seperti Jangmi bukan hanya membawa hujan deras, tetapi juga berpotensi memicu banjir, tanah longsor, dan genangan air di daerah rawan. Di wilayah pegunungan Papua dan sekitarnya, risiko longsor meningkat drastis. Sementara di pesisir, gelombang tinggi bisa mengganggu aktivitas penangkapan ikan dan transportasi laut.
