Rahasia Keberkahan 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Waktu Mustajab Doa yang Jarang Disadari Umat Islam

7 Amalan Sederhana Isra Miraj untuk Menanamkan Nilai Ibadah dan Akhlak Anak Sejak Dini. (Foto: Pinterest/radar
7 Amalan Sederhana Isra Miraj untuk Menanamkan Nilai Ibadah dan Akhlak Anak Sejak Dini. (Foto: Pinterest/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Bulan Dzulhijjah selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bulan pelaksanaan ibadah haji, sepuluh hari pertama di bulan ini menyimpan keutamaan luar biasa yang disebutkan langsung dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, banyak ulama menyatakan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang setara atau bahkan melebihi sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Menurut hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh di dalamnya daripada sepuluh hari (awal) Dzulhijjah.”

Baca Juga:MBG Anak Sekolah Dipangkas Jadi 5 Hari Seminggu: Imbas Anggaran Turun Jadi Rp268 Triliun di 2026Viral Di Sosial Media! Lagu Humor Mas Bahlil Ganteng

Hadis ini menjadi landasan kuat mengapa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di periode ini.

Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Begitu Istimewa?

Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang penuh kemuliaan. Di dalamnya terdapat hari-hari besar seperti Tarwiyah (8 Dzulhijjah), Arafah (9 Dzulhijjah), dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Keistimewaan ini tidak hanya dirasakan oleh jemaah haji di Tanah Suci, tetapi juga oleh umat Muslim di manapun mereka berada. Salah satu keutamaan terbesar adalah hari Arafah.

Puasa di hari ke-9 Dzulhijjah dijanjikan dapat menghapus dosa dua tahun (satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya), sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Sementara itu, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah juga memiliki pahala yang besar.

Amalan-Amalan Utama yang DianjurkanPuasa Sunnah

  1. Puasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama pada hari Arafah. Bagi yang tidak sedang melaksanakan haji, ini menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala besar.
  2. Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tasbih. Takbir dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga 13 Dzulhijjah, terutama setelah shalat fardhu. Takbir ini menjadi simbol kegembiraan dan pengagungan kepada Allah SWT.
  3. Shalat Sunnah dan Membaca Al-Qur’an. Memperbanyak shalat sunnah rawatib, tahajud, dan tadarus Al-Qur’an akan semakin mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.
  4. Bersedekah dan Berkurban. Berkurban pada 10-13 Dzulhijjah merupakan amalan sunnah muakkad. Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian sosial.
  5. Berdoa di Waktu Mustajab. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu di mana doa sangat mustajab. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan ampunan di hari-hari mulia ini.
0 Komentar