GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV bagi warga binaan baru serta penyuluhan mengenai Hanta Virus, Sabtu (23/5/2026).
Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail mengatakan bahwa kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Siliwangi dan diikuti 51 warga binaan.
“Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya Hanta Virus, mulai dari penyebab, pola penularan, hingga langkah-langkah pencegahan agar lingkungan hunian tetap sehat dan bersih,” kata Ismail.
Baca Juga:PNM Dorong Semangat Wirausaha dan Adaptasi Industri bagi Ribuan Pelajar SMK di IndonesiaMira Lestari Fitriani Soroti Ketepatan Bantuan Sosial dan Pelayanan Kesehatan Saat Reses
Ismail menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan rutan.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan beberapa warga binaan dengan hasil reaktif terhadap penyakit tertentu. Terhadap warga binaan yang terindikasi tersebut akan segera dilakukan tindak lanjut berupa pemeriksaan lanjutan, pengobatan, serta pendampingan medis sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa kesehatan warga binaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung proses pembinaan berjalan lebih optimal.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak. Lingkungan rutan memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap penyebaran penyakit menular, sehingga langkah deteksi dini seperti VCT HIV dan edukasi kesehatan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, bahwa Rutan Garut tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga terus berupaya membangun lingkungan hunian yang sehat, bersih, dan manusiawi bagi seluruh warga binaan.
“Melalui penyuluhan seperti ini kami ingin meningkatkan kesadaran warga binaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, serta memahami risiko penyakit menular. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka bisa lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ismail menambahkan bahwa kerja sama dengan fasilitas kesehatan luar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di dalam rutan.
