Aji menekankan pentingnya edukasi publik.
“Masyarakat harus memahami gejala Ebola seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot, kelelahan, diare, muntah, serta perdarahan di beberapa kasus lanjut. Segera laporkan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala setelah bepergian ke daerah rawan,” ujarnya.
Mengapa Wabah Ini Berbeda dan Mengkhawatirkan?
Wabah kali ini melibatkan strain Bundibugyo yang lebih jarang dibandingkan Zaire Ebola yang pernah mewabah sebelumnya.
Sayangnya, belum ada vaksin atau terapi spesifik yang terbukti efektif untuk strain ini, sehingga penanganan bergantung pada perawatan suportif (pemberian cairan, oksigen, dan pengobatan simtomatik).
Baca Juga:Hanya Terima Siswa Jalur Prestasi, Pemdaftaran Sekolah Maung Jadi SorotanMengintip Pedoman dan Tema Dari Logo Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026
Faktor mobilitas penduduk di wilayah konflik Afrika Tengah memperbesar risiko penyebaran regional dan potensial global.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lalu lintas internasional yang tinggi, termasuk penerbangan transit dan perdagangan, memiliki kerentanan tersendiri.,(*)
