“Ya bisa, karena kalau sekolah rakyat itu diambil dari desil satu sampai lima, jadi mereka yang kurang mampu, tapi itu di bawah pengelolaan dinas sosial,” lanjutnya.
Ia menambahkan, lokasi yang tidak pernah bersekolah sama sekali menurut data dari Pusdatin paling banyak di Kecamatan Cisurupan sekitar 1.187.
“Yang tidak pernah sekolah kalau dari data pusdatin, itu ada di Kecamatan Cisurupan, 1187. Kalau data dari pusdatin ya, saya kan hanya punya data dari pusdatin,” tambahnya.
Baca Juga:Laga Penuh Sejarah, Harga Tiket Persib Vs Persijap MelonjakYudha Puja Turnawan Serap Aspirasi Perempuan Kepala Keluarga
Aswan menegaskan, data dari Pusdatin tersebut terkait anak putus sekolah di Garut belum di verifikasi kebenarannya, artinya belum terbukti.
“Tapi itu belum diverifikasi, belum terverifikasi kebenarannya gitu kan, ini harus dibuktikan dulu apakah benar atau tidak,” tegasnya. (Rizka)
