GARUT – Menjelang Idul Adha 2026/1447 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Garut mengalami kenaikan harga meskipun tidak signifikan.
Kenaikan yang terjadi terutama pada komoditi cabai dan bawang merah akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Garut, Ridwan Effendi mengatakan, kenaikan harga masih dalam kondisi normal dan stok kebutuhan pokok di pasar tradisional masih aman.
Baca Juga:Laga Penuh Sejarah, Harga Tiket Persib Vs Persijap MelonjakYudha Puja Turnawan Serap Aspirasi Perempuan Kepala Keluarga
“Pada minggu pertama Mei ini ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga dibandingkan minggu sebelumnya,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, cabai merah besar mengalami kenaikan sebesar 2,8 persen atau naik sekitar Rp 1.600 per kilogram. Sementara cabai rawit merah naik 2,9 persen atau mencapai Rp 5.000 per kilogram.
Selain itu, bawang merah juga mengalami kenaikan sebesar 2,1 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun di sisi lain, sejumlah komoditi justru mengalami penurunan harga meskipun tidak signifikan.
Menurutnya, harga beras turun 0,5 persen, daging sapi turun 0,6 persen, telur ayam turun 0,9 persen, serta cabai merah keriting turun hingga 3,6 persen.
Ia mengungkapkan, bahwa kenaikan harga beberapa komoditi dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.
Kenaikan harga di sejumlah komoditi memang rutin terjadi setiap tahunya menjelang idul adha.
Baca Juga:Banprov Jabar Untuk Desa Tahun 2026 Tinggal TPAPD, Anggaran Infrastruktur DihapusPeredaran Tramadol di Garut Makin Merajarela, Tokoh Agama Desak Semua Pihak Bertindak Serius
“Komoditi tersebut memang setiap musim Idul Adha mengalami permintaan yang cukup tinggi, sehingga mekanisme pasar ikut mempengaruhi harga,” ungkapnya.
Meski begitu, ia memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di pasar masih mencukupi dan tidak ada kelangkaan.
“Secara suplai ataupun ketersediaan komoditi cukup banyak tersedia. Stok aman dan kondisi pasar masih normal,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk penjualan daging sapi dan domba menjelang Idul Adha, menurutnya masih berjalan normal meski tidak seramai hari biasa.
“Pedagang daging sapi dan domba sebetulnya masih banyak, hanya memang tidak sebanyak hari-hari biasa. Karena pada momen Idul Adha masyarakat banyak yang mengonsumsi daging kurban secara gratis,” pungkasnya. (Ale)
