RADARGARUT– Harga emas dunia mengalami pelemahan tajam pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Komoditas yang selama ini dijuluki “safe haven” ini turun hampir 2%, menandai penurunan terdalam dalam beberapa waktu terakhir dan mencapai level terendah sejak akhir Maret 2026.
Mengutip data dari beberapa sumber, harga emas spot ditutup di level US$4.481,28 per troy ons, melemah 1,9% dibandingkan hari sebelumnya. Padahal pada Senin, emas sempat menguat 0,6%. Pelemahan ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama mereka yang melihat emas sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.
.Pada Rabu pagi, 20 Mei 2026 pukul 06.30 WIB, harga emas sempat rebound tipis ke US$4.485,79 per troy ons atau naik sekitar 0,1%. Namun, analis memperingatkan bahwa pemulihan ini masih sangat rapuh
Baca Juga:Jejak Sejarah dan Pemikiran Dari Lahirnya Hari Kebangkitan NasionalPotensi Hujan Masih Tinggi Jelang Musim Kemarau, BMKG Resmi Rilis Prakiraan Cuaca 19-25 Mei 2026
Penyebab Utama: Dolar AS Menguat & Ancaman Inflasi
Menurut Edward Meir, analis komoditas di Marex, dua faktor utama menekan harga emas: kenaikan suku bunga riil di banyak negara dan penguatan dolar AS. Keduanya menciptakan tekanan ganda yang sangat membebani performa emas.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun berada di dekat level tertinggi lebih dari satu tahun. Investor khawatir Federal Reserve (Fed) akan mengambil kebijakan yang lebih hawkish untuk menahan laju inflasi.
Lonjakan harga energi, khususnya minyak mentah Brent yang tetap tinggi, semakin memperburuk ekspektasi inflasi global.
“Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan yield. Sementara dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain,” jelas analis.
Meski emas secara historis dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dalam lingkungan suku bunga tinggi dan dolar menguat, logam mulia ini justru cenderung tertekan. Pasar saat ini melihat peluang pemangkasan suku bunga Fed sepanjang 2026 sangat terbatas, bahkan ada kemungkinan pengetatan lebih lanjut di akhir tahun.
Dampak ke Indonesia & Emas Antam
Di Indonesia, pelemahan harga emas dunia biasanya diikuti penurunan harga emas Antam, meski tidak selalu linear karena dipengaruhi kurs rupiah dan permintaan lokal.
