Beberapa hari terakhir, harga emas batangan Antam juga menunjukkan tren pelemahan, dengan harga 1 gram berada di kisaran Rp2.76 juta.
Bagi masyarakat Indonesia yang kerap menggunakan emas sebagai investasi jangka panjang, tabungan hari tua, atau emas kawin, situasi ini menjadi momen yang perlu diwaspadai. Di satu sisi, harga yang lebih rendah bisa menjadi kesempatan entry point bagi investor baru.
Di sisi lain, jika pelemahan berlanjut, nilai portofolio emas yang sudah dimiliki bisa terkoreksi.
Baca Juga:Jejak Sejarah dan Pemikiran Dari Lahirnya Hari Kebangkitan NasionalPotensi Hujan Masih Tinggi Jelang Musim Kemarau, BMKG Resmi Rilis Prakiraan Cuaca 19-25 Mei 2026
Prospek ke Depan: Masih Ada Ancaman Terberat
Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, menyatakan bahwa meski kasus investasi struktural emas tetap kuat terutama permintaan dari bank sentral, kondisi makro jangka pendek masih menantang.
“Begitu tekanan energi mereda, permintaan bank sentral mungkin kembali menjadi pendorong utama,” katanya.
Pasar kini menanti rilis risalah rapat kebijakan Fed terbaru. Isi risalah tersebut akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan.
Secara keseluruhan, analis memproyeksikan volatilitas harga emas masih akan tinggi dalam waktu dekat. Faktor geopolitik, perkembangan inflasi energi, serta keputusan bank sentral besar dunia akan menjadi penentu utama arah pergerakan emas.(*)
