Strategi substitusi impor pun dinilai tidak efektif jangka pendek. Komponen krusial seperti chip semikonduktor masih harus diimpor, sehingga perusahaan cenderung menahan ekspansi dan penyerapan tenaga kerja.
Pada akhirnya, pelemahan rupiah bukan sekadar isu Jakarta atau pasar valuta asing. Dampaknya merembes hingga ke desa-desa melalui rantai pasok, harga barang, dan biaya produksi.
Masyarakat pedesaan yang mengandalkan pertanian dan konsumsi sederhana justru rentan terhadap kenaikan biaya hidup yang tak terlihat secara langsung, tetapi pasti dan menyakitkan. Diperlukan kebijakan yang tepat dan cepat untuk meredam tekanan ini sebelum inflasi impor benar-benar menggerogoti daya beli rakyat kecil.(*)
