Peristiwa ini menjadi cerminan bagaimana era digital membuat segala tindakan publik dapat dengan mudah terekam dan disebar. Sebagai juri yang seharusnya netral dan objektif, Indri justru menjadi pusat perhatian karena gaya komunikasinya yang dianggap arogan oleh sebagian kalangan.
Sampai saat ini, Indri Wahyuni belum memberikan klarifikasi resmi mengenai keaslian status WhatsApp tersebut. Publik menanti sikap lebih lanjut dari MPR RI dan pihak terkait untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi konstitusi.(*)
