Wabah Pes bukanlah penyakit biasa, penyakit ini dikenal sebagai “Black Death” di Eropa abad pertengahan karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi. Di Garut, dokter Slamet menjadi benteng terakhir bagi ratusan warga yang terancam.
Hingga kini, semangat Dr. Slamet terus menginspirasi generasi dokter Indonesia. Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi bangsa ini mulai dari penyakit menular hingga kesiapsiagaan menghadapi wabah baru, kisahnya mengajarkan nilai pengabdian, keberanian, dan pengorbanan tanpa pamrih.
Sebagai bentuk penghormatan, berbagai kalangan di Garut dan Cianjur kerap mengenang jasa Dr. Slamet setiap tanggal 11 Mei. Namanya bukan hanya terpampang di gedung rumah sakit, tetapi juga terukir dalam ingatan masyarakat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang rela mati demi sesama.
Baca Juga:BMKG Himbau Potensi Hujan Lebat Jelang Musim KemarauBank Indonesia Ungkap Alasan Rupiah Kian Anjlok
Warisan Dr. Mas Slamet Atmosoediro mengingatkan kita semua bahwa di balik setiap kemajuan kesehatan yang kita nikmati hari ini, ada pengorbanan para pendahulu yang telah membuka jalan dengan darah dan air mata. Semoga semangatnya terus menyala di dada setiap generasi pelayan kesehatan Tanah Air.(*)
