RADARGARUT– Stadion Segiri yang ikonik di pusat Kota Samarinda siap menjadi saksi pertarungan sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-32 Super League 2025-2026. Pertandingan yang dijuluki El Clasico Indonesia ini akan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, dan sudah resmi mengantongi izin keramaian dari kepolisian.
Stadion Segiri, yang menjadi markas Borneo FC, bukan sekadar venue biasa. Dibangun sekitar tahun 1960-1970 bersamaan dengan Balai Kota Samarinda, stadion ini telah menjalani renovasi signifikan hingga mencapai standar internasional. Dengan kapasitas sekitar 13.000 hingga 14.000 penonton setelah upgrade, Segiri menawarkan pengalaman menonton yang lebih modern dan aman.
Lapangan berukuran 65 x 105 meter dengan rumput alami standar FIFA siap menjadi panggung bagi duel dua raksasa sepak bola Indonesia.
Baca Juga:Menelusuri Sejarah Garut Lewat Hotel Villa Dolce: Lokasi Pembunuhan Istri Konsulat Spanyol 1925Cara Cek Bansos Lewat HP: Cukup Pakai NIK!
Sejarah dan Karakteristik Unik Segiri
Stadion yang terletak di kawasan Bugis, Samarinda ini memiliki empat tribun utama. Tribun barat berstatus VIP dengan kursi single seat berkapasitas sekitar 7.600, sementara tribun utara, selatan, dan timur menyatu dalam satu bangunan untuk suporter umum.
Sebelum renovasi terbaru (2023-2024), kapasitasnya lebih rendah, tetapi kini stadion ini termasuk salah satu yang terbesar di Kalimantan (urutan keempat). Segiri pernah menjadi rumah bagi Putra Samarinda dan Persisam Putra, sebelum akhirnya menjadi homebase Borneo FC.
Keberadaan Segiri di tengah kota membuat aksesibilitasnya sangat baik, meski tantangan keamanan tetap menjadi perhatian utama untuk laga berisiko tinggi seperti Persija vs Persib. Safety and Security Officer (SSO) Borneo FC, Ahmad Herman Almuflih, memastikan segala dokumen perizinan sudah lengkap.
“Intinya mereka (Kepolisian) mendukung. Untuk surat perizinan dokumen sudah masuk semua,” ujar Herman.
Pihak keamanan hanya memperbolehkan suporter Persija (Macan Kemayoran) hadir, sementara Bobotoh (suporter Persib) dilarang masuk stadion. Skema pengamanan lengkap akan dibahas dalam rapat koordinasi pasca-sholat Jumat.
Antisipasi Atmosfer Panas
Meski kapasitas terbatas, atmosfer di Segiri diprediksi akan meledak. Suporter Persija yang hadir diharapkan memenuhi tribun dan menciptakan dukungan maksimal bagi tim kesayangan mereka di “kandang netral” ini. Bagi Persib, bermain di Samarinda menjadi ujian mental sekaligus kesempatan meraih poin penting di sisa kompetisi.
