Miris! Warga Miskin di Garut Luput dari Bansos, Janda Lansia Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

(Feri/Radar Garut)
Anggota DPRD Garut mengunjungi Janda Lansia yang Tinggal di Rumah Nyaris Roboh. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Di tengah gencarnya program perlindungan sosial pemerintah, masih temukan warga yang luput dari pendataan dan bantuan. Kondisi ini dialami seorang janda lanjut usia, Nunung Aisyah, warga Kampung Babakan Cialiwung RT 01 RW 01, Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Nunung diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah yang nyaris roboh. Ironisnya, ia tidak tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga tidak pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Fakta tersebut terungkap saat Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, melakukan kunjungan langsung ke kediaman Nunung.

Baca Juga:Pemkab Garut Terkendala Lahan Minim, Pembangunan Sekolah Terintegrasi di Cikelet TertundaDiperkuat Beberapa Pemain Anyar, Dispora Garut Yakin Persigar Bisa Tampil Maksimal

Dalam kunjungan tersebut, Yudha menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang tunai dari dana pribadinya.

Kunjungan itu dilakukan setelah Yudha menerima laporan dari PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cilawu terkait adanya warga yang hidup di rumah tidak layak huni.

Ia kemudian menindaklanjuti laporan tersebut bersama Sekretaris PAC PDI Perjuangan Cilawu, Asep, serta Ketua RW setempat, Budi.

Saat berada di lokasi, kondisi rumah yang ditempati Ibu Nunung terlihat sangat memprihatinkan.

Dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu tampak lapuk dan rusak parah. Bahkan, beberapa bagian bangunan sudah terbuka dan tidak lagi mampu memberikan perlindungan yang layak.

Hasil penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta bahwa Ibu Nunung belum terdaftar dalam DTKS, berdasarkan pengecekan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, setelah ditelusuri melalui nomor induk kependudukan, namanya juga tidak tercantum dalam DTSEN. Kondisi ini menyebabkan dirinya tidak menerima bantuan sosial apa pun dari pemerintah pusat.

Baca Juga:2.804 Buruh Garut Hadiri May Day Di Monas Jakarta, Bawakan Isu LokalBupati Garut : Hardiknas Sebagai Refleksi Bersama Memperkuat Semangat Pendidikan Nasional

“Ini fakta yang sangat memprihatinkan. Di saat negara mengklaim data bansos semakin akurat, masih ada warga yang sangat layak dibantu justru tercecer dari sistem,” tegas Yudha.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nunung bekerja serabutan, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika, hingga menjadi asisten rumah tangga harian. Semua pekerjaan tersebut dijalani demi menghidupi anaknya di tengah keterbatasan.

Menanggapi kondisi tersebut, Yudha segera berkoordinasi dengan Camat Cilawu, Deni Darmawan, agar dilakukan verifikasi data kependudukan Ibu Nunung sehingga haknya sebagai penerima bantuan sosial dapat segera dipenuhi.

0 Komentar