Godzilla El Nino Ancam Iklim Indonesia, Masyarakat Dihimbau Waspada Krisis Air

(Unsplash/radargarut.id)
Kekeringan akibat Godzilla El Nino bakal jadi ancaman besar masyarakat Indonesia (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Fenomena iklim langka bernama Godzilla El Niño diprediksi akan menghantam Indonesia mulai April hingga Oktober 2026.

Disebut “Godzilla” karena kekuatannya yang monster-like, super El Niño ini jauh lebih intens dibandingkan El Niño biasa. Suhu permukaan air laut di wilayah Niño 3.4 Pasifik Tengah dan Timur bisa naik lebih dari 2°C hingga 2,5°C di atas rata-rata, memicu perubahan cuaca ekstrem secara global.

El Niño sendiri merupakan bagian dari siklus El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Biasanya, angin pasat timur meniup kuat dari Amerika Selatan menuju Indonesia, mendorong air hangat ke barat Pasifik.

Baca Juga:Prediksi Cuaca Garut Awal Pekan Mei 2026: Waspada Potensi HujanInflasi Indonesia April 2026 Diprediksi Turun ke 3,26%:

Saat El Niño terjadi, angin tersebut melemah atau bahkan berbalik arah. Akibatnya, kolam air hangat “slosh” kembali ke tengah dan timur Pasifik. Hujan dan badai pun terkonsentrasi di sana, sementara wilayah Indonesia, Australia, dan sebagian Asia Tenggara mengalami kekeringan parah.

“Godzilla” adalah varian super kuat yang hanya tercatat terjadi tiga kali dalam sejarah modern yaitu pada periode 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016. Ketiga peristiwa tersebut meninggalkan jejak kehancuran seperti kebakaran hutan massal, kekeringan panjang, gagal panen, hingga kenaikan suhu global yang signifikan.

Di Indonesia, El Niño kuat sering kali memperburuk musim kemarau dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Menurut peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Godzilla El Niño 2026 berpotensi diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kombinasi ini membuat musim kemarau menjadi jauh lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering dari biasanya. Suhu udara diperkirakan naik 1,5-2°C di atas rata-rata, dengan pembentukan awan dan hujan yang minim di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dampak Serius yang Harus Diwaspadai Masyarakat

Dampak utama yang paling dikhawatirkan adalah kekeringan berkepanjangan dan krisis pasokan air bersih.

Daerah-daerah yang bergantung pada air hujan untuk pertanian, peternakan, dan kebutuhan sehari-hari berisiko tinggi mengalami kekurangan air. Sumur dan waduk bisa mengering lebih cepat, memicu konflik antarwarga atau antardaerah atas sumber air.

0 Komentar