RADARGARUT– Hari yang dinanti-nantikan oleh ribuan warga Kabupaten Garut dan wisatawan nasional akhirnya tiba. Hari ini, Sabtu, 25 April 2026 pukul 15.00 WIB, Kota Intan akan berubah menjadi panggung seni raksasa dalam perhelatan Gebyar Pesona Budaya Garut 2026.
Acara yang telah konsisten diselenggarakan selama 24 tahun terakhir ini menjanjikan kemeriahan yang luar biasa dengan melibatkan lebih dari 2.000 pelaku seni. Tahun ini menjadi sangat istimewa karena GPBG secara resmi masuk dalam kurasi Karisma Event Nusantara 2026 oleh Kemenparekraf RI.
Hal ini menegaskan bahwa festival kebanggaan masyarakat Garut tersebut telah naik kelas menjadi ajang budaya berskala nasional yang berdampak signifikan pada ekonomi kreatif daerah.
Baca Juga:IHSG Terjun Bebas 3,06 Persen, Investor Wajib Waspadai Hal IniTabel Cicilan KUR BRI Rp 100 Juta dengan Angsuran Ringan Mulai Rp 1,9 Jutaan!
Perubahan Rute: Pastikan Anda Berada di Titik yang Tepat
Pihak panitia sempat mengeluarkan informasi penting terkait perubahan lokasi rute karnaval. Jika semula titik awal direncanakan dari Bundaran Suci, rute terbaru akan dimulai dari Jalan Ciledug tepatnya di Perempatan Sukadana dan berakhir di Jalan Ahmad Yani atau tepat di depan Gedung Bale Paminton Intan Dewata.
Karnaval budaya ini dijadwalkan akan dimulai tepat pada pukul 15.00 WIB. Bagi para penonton yang ingin menyaksikan momen pembukaan, disarankan untuk sudah berada di lokasi lebih awal guna menghindari penutupan jalan dan kepadatan massa.
Mengarungi Waktu: Karnaval “3 Zaman dalam 3 Abad”
Daya tarik utama dari GPBG 2026 adalah konsep karnaval sepanjang 2 kilometer yang mengusung tema perjalanan sejarah Garut. Penonton akan disuguhkan narasi visual yang terbagi menjadi tiga fragmen besar:
Zaman Kesultanan: Menampilkan rombongan kerajaan, para ulama, cendekia muslim, serta budayawan. Atraksi ikonik seperti Surak Ibra, Raja Dogar, hingga barongsai liong akan memimpin barisan ini.
Zaman Kolonial: Segmen ini akan diwarnai oleh komunitas pecinta ontel dan jeep lawas. Para peserta akan mengenakan kostum militer tempo dulu serta busana ala tuan dan noni Belanda untuk menghidupkan kembali suasana masa lalu.
Zaman Pasca Kemerdekaan & Modern: Barisan ini diisi oleh para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) masa kini, perwakilan dari 5 kota/kabupaten serta 5 provinsi yang memiliki keterikatan sejarah dengan Garut, hingga perwakilan SKPD dan kecamatan.
