Temuan Gas Jumbo di Kaltim Amankan Masa Depan Energi RI

(Unsplash/radargarut.id)
Alasan Iran tutup pintu kerjasama migas dengan Indoensia (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

​Menuju Kemandirian Energi

Menteri Bahlil menyampaikan bahwa produksi puncak dari proyek-proyek ENI di Kaltim ini diharapkan mencapai 2.000 hingga 3.000 MMSCFD juta kaki kubik standar per hari pada akhir dekade ini. Angka ini jauh melompat dari kapasitas produksi saat ini yang berada di kisaran 600-700 MMSCFD.

​”Ini adalah anugerah di tengah kondisi dunia yang sedang menjaga ketat cadangan energi mereka. Kita harus fokus menjalankan perintah Presiden untuk menemukan sumber-sumber baru demi mengamankan pasokan domestik,” ujar Bahlil dalam konferensi persnya di Jakarta.

Manfaat dari temuan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui:

Ketahanan Listrik: Pasokan gas yang stabil untuk pembangkit listrik nasional.

Hilirisasi Industri: Bahan baku murah bagi industri pupuk dan petrokimia di Kalimantan Timur.

Baca Juga:Motorola Guncang Pasar Flagship: Signature dan Edge 70 Fusion Resmi MeluncurAkhir Penantian 20 Tahun: RUU PPRT Jadi Perisai Baru Bagi Pekerja Rumah Tangga Indonesia

Lapangan Kerja: Penyerapan ribuan tenaga kerja selama masa konstruksi fasilitas lepas pantai dan pipa penyalur.

​Penemuan gas jumbo di Blok Ganal ini membuktikan bahwa perut bumi Indonesia masih menyimpan potensi luar biasa.

Jika dikelola dengan tepat dan cepat, “Harta Karun” dari lepas pantai Kaltim ini akan menjadi tulang punggung utama ekonomi Indonesia di masa depan.(*)

0 Komentar