- Penyelamatan dan Penanganan AwalElang yang datang dari sitaan polisi, serahan masyarakat, atau korban konflik langsung menjalani pemeriksaan kesehatan (berat badan, sayap, mata, paruh, dan cakar).
- Rehabilitasi Fisik dan Perilaku
- Pemulihan luka dan kondisi fisik.
- Latihan terbang dan berburu agar elang tidak terlalu bergantung pada manusia.Proses ini penting agar elang bisa bertahan hidup di alam liar setelah dilepas.
Pelepasliaran
Elang yang sudah siap akan dilepas di habitat yang sesuai, seperti kawasan hutan di Jawa Barat. Pelepasliaran dilakukan secara bertahap untuk memantau kesuksesan adaptasi.
Edukasi dan Wisata
Pengunjung bisa melihat kandang edukasi, belajar tentang siklus hidup elang, serta pentingnya konservasi.
PKEK juga sering menjadi lokasi kunjungan sekolah dan komunitas untuk program edukasi lingkungan.
Baca Juga:Mengapa Ikan Sapu-Sapu Kini Jadi Buruan Utama di Sungai Indonesia?Badai Geopolitik dan Kurs Paksa Pertamina Naikkan Harga BBM
Program ini tidak hanya menyelamatkan individu elang, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan populasi spesies terancam di Jawa.
Ancaman dan Tantangan Konservasi Elang di Indonesia
Meski PKEK telah memberikan kontribusi besar, tantangan masih ada:
- Perdagangan satwa liar ilegal masih marak di pasar online dan offline.
- Kurangnya kesadaran masyarakat bahwa memelihara elang melanggar Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Menteri LHK.
- Perubahan iklim dan fragmentasi hutan yang mengurangi area jelajah elang.
Pemerintah melalui KLHK dan BBKSDA terus memperkuat penegakan hukum, sementara PGE sebagai mitra swasta mendukung melalui program CSR berkelanjutan.(*)
