GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut melaksanakan Apel Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas dan Pakta Integritas, Senin (2/2/2026), di lingkungan Rutan Garut.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Rutan, pejabat struktural, seluruh jajaran pegawai, serta peserta magang sebagai bentuk penguatan komitmen organisasi menuju tata kelola yang bersih dan berintegritas.
Apel tersebut menjadi momentum penguatan komitmen awal tahun 2026 dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Baca Juga:14 Hari Kedepan, Polres Garut Gelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026Polsek Cibatu Amankan Ratusan Obat Keras dari Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Seluruh peserta apel juga mengikuti pembacaan Tri Dharma Petugas Pemasyarakatan sebagai pengingat nilai dasar dalam pelaksanaan tugas.
Dalam kegiatan tersebut, penandatanganan komitmen bersama dan Pakta Integritas dilaksanakan secara seremonial oleh para pejabat struktural, disaksikan langsung oleh Kepala Rutan.
Selanjutnya, penandatanganan dilakukan oleh Kepala Rutan sebagai bentuk penguatan tanggung jawab pimpinan dalam mewujudkan reformasi birokrasi.
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail, dalam amanatnya menegaskan bahwa penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas dan Pakta Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
“Penandatanganan komitmen bersama Zona Integritas dan Pakta Integritas ini bukan hanya formalitas administratif, tetapi merupakan janji dan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta kinerja sehari-hari. Integritas harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam pelayanan kepada warga binaan maupun kepada masyarakat,” tegas Ismail.
Ia mengatakan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menuntut perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) seluruh pegawai agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
“Setiap pegawai harus memiliki komitmen yang sama untuk menolak segala bentuk penyimpangan, meningkatkan disiplin, serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan. Kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang humanis, serta keteladanan aparatur dalam menjalankan aturan,” katanya.
Baca Juga:Brimob Polda Jabar Gelar Bakti Sosial dan Silaturahmi Bersama Masyarakat GarutMahasiswa Harus Berani Mengkritik dan Tidak Mudah Diikat dengan Kepentingan
Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat bergantung pada peran aktif seluruh jajaran, bukan hanya pimpinan.
