GARUT – Beberapa posko keamanan dan pelayanan akan tersedia di berbagai tempat wisata, terutama di wilayah pantai di Garut Selatan selama momen libur panjang Nataru.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Budi Gangan.
Menurutnya, bahwa setelah dilakukan rapat kordinasi dengan berbagai stakeholder, maka pemkab Garut akan memastikan keamanan para wisatawan dapat terjaga.
Baca Juga:Penuh Khidmat, Kapolres Garut Ikut Doa Bersama Forkopimda Sambut 2026Lapas Garut Sampaikan Laporan Capaian Kinerja Selama Tahun 2025
“Pertama terkait dengan rapat koordinasi ya dengan para stakeholder keamanan. Jadi misalnya dengan Polres, terus kalau yang di lokasi-lokasi pantai itu kan ada polisi air ya. Terus dengan mitra kita juga ada Balawista gitu kan,” ujarnya.
Selain itu, kata Budi, juga beberapa posko akan tersedia, dari mulai posko kesehatan, hingga penanganan bencana.
“Jadi nanti pada saat Nataru itu kita sudah menyediakan dimana posko-posko itu kita dilengkapi. Yang pertama adalah ada posko kesehatan, terus ada pengamanan untuk bila terjadi kebakaran itu damkar disiapkan, terus juga BPBD,” katanya.
Namun, dibalik itu yang paling penting ialah memberikan imbauan kepada wisatawan yang tengah berenang di pantai, berupa spanduk larangan berenang yang di titik yang dinilai berbahaya.
“Yang paling penting itu adalah memasang larangan-larangan untuk berenang di tempat-tempat bahaya, itu dalam bentuk sepanduk dan juga lokasi-lokasi itu ditandai dengan bendera-bendera merah yang ada di sekitar pantai yang sangat berbahaya,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, semua petugas yang ada di UPT sudah di briefing sesuai SOP untuk melayani masyarakat, namun kerjasama dengan masyarakat sekitar pun penting terkait pengelolaan sampah.
“Jadi petugas kita sudah briefing dan itu menjadi salah satu SOP kami, dimana petugas yang ada di UPT itu semuanya itu tidak hanya bagaimana untuk melayani wisatawan terkait dengan pintu masuknya, tapi juga kami bekerjasama dengan masyarakat di sekitar itu terkait dengan pengelolaan sampahnya,” sebutnya.
Baca Juga:Husni Anak Yatim Piatu di Garut Kehilangan Sosok Nenek yang Mengasuhnya Akibat KebakaranLengkap! Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 untuk Berbagai Suasana
Ia memaparkan, bahwa pihaknya bekerja sama dengan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) untuk melakukan patroli, dan memantau dari menara pengawas.
“Kami juga sudah membangun menara, menara pengawas itu dan itu sudah ditempatkan dan digilir, setiap pegawai misalnya dua jam sekali mereka harus ada di tower tersebut untuk memantau bila terjadi ada laka laut,” paparnya.
