GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut kembali menggelar Kelas Lawan Buta Huruf sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 10 Desember 2025, di Mushola Rutan Garut.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta magang, petugas pelayanan tahanan, serta sembilan warga binaan yang masih memerlukan penguatan kemampuan membaca dan menulis.
Dalam kelas ini, peserta diperkenalkan pada huruf-huruf dasar mulai dari abjad, konsonan, latihan mengeja, hingga menulis kata sederhana. Proses pembelajaran diberikan secara bertahap dan komunikatif agar setiap warga binaan dapat mengikuti materi dengan nyaman dan mudah dipahami.
Baca Juga:Kejaksaan Negeri Garut Tegaskan Komitmen AntikorupsiStunting sebagai Determinan Utama Pembangunan Ekonomi Kabupaten Garut
Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menegaskan bahwa peningkatan literasi merupakan kebutuhan mendasar bagi warga binaan yang harus dipenuhi sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
“Program ini bukan sekadar mengajari mereka membaca dan menulis. Ini adalah langkah penting untuk membuka akses pengetahuan, memperkuat rasa percaya diri, serta menyiapkan mereka agar bisa berbaur kembali dan mandiri setelah bebas nanti,” ujar Ismail.
Ia menyampaikan bahwa kemampuan literasi dasar adalah fondasi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembinaan di dalam rutan. Dengan membaca, warga binaan dapat mengikuti kegiatan pembinaan lainnya dengan lebih baik, mulai dari pembelajaran agama hingga pelatihan keterampilan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dengan bekal kemampuan baru yang bermanfaat. Literasi adalah pintu awal menuju perubahan hidup,” tambahnya.
Ismail mengapresiasi antusiasme warga binaan yang mengikuti kelas dengan penuh semangat. Menurutnya, respon positif ini menunjukkan bahwa program literasi sangat dibutuhkan dan akan terus dikembangkan.
“Kami melihat semangat luar biasa dari peserta. Mereka merasa terbantu dan mulai lebih percaya diri saat mencoba membaca maupun menulis. Ini sangat menggembirakan dan memotivasi kami untuk memperluas kegiatan serupa,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa seluruh kegiatan berlangsung tertib, berjalan lancar, dan menjadi salah satu wujud nyata komitmen Rutan Garut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. (*)
