GARUT – Pekerja buruh pabrik di Kabupaten Garut saat ini tengah mengalami perbandingan gender, artinya banyak yang dipekerjakan perempuan dibandingkan pekerja Laki-laki.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil beberapa pabrik di Garut, namun hanya PT.UNI di Cibatu yang menyanggupi menampung 40% pekerja laki-laki.
“Kita sudah pernah memanggil beberapa pabrik, dimana mungkin minta ada persentase kenaikan pekerja untuk laki-laki, yang sudah menyanggupi itu PT Uni, PT Uni itu ke depan gedung baru itu menampung 40% laki-laki, jadi awalnya 10% laki-laki,” ujarnya.
Baca Juga:Ironi! Pupuk Bersubsidi Baru Terserap 50%, Banyak Warga Garut Mengeluhkan Kuota Kartu TaniLapas Kelas IIA Garut Tekan Overkapasitas hingga 0% Naikkan Martabat Pembinaan: Praktik Baik Pemasyarakatan
Aris mengungkapkan, akan mendorong untuk meningkatkan pekerja laki-laki, karena menurutnya pekerja perempuan sudah hampir banyak bekerja di pabrik.
“Kita dorong karena perempuan ini kebanyakan sudah hampir mau habis ya untuk bekerja di buruh pabrik. Nah makanya nanti kita ada konsolidasi juga ke tiap pabrik untuk ke depan supaya pekerja untuk laki-laki itu ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, bahwa menurut beberapa direksi pabrik, pekerja perempuan lebih diunggulkan dibanding laki-laki, dari mulai keuletan hingga telaten.
“Jadi perempuannya lebih ulet lah, lebih telaten, karena ini kan kebanyakan menjahit sepatu, garment, karena mungkin itu yang menjadi pertimbangan pabrik-pabrik lebih memprioritaskan penerimaan perempuan,” pungkas Aris. (Muhamad Rizka)
