RADARGARUT– Ratusan siswa dari tiga sekolah menengah pertama di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Insiden ini terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2026, dengan gejala yang baru muncul sekitar tengah malam setelah para siswa menyantap makanan sehari sebelumnya.Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, lebih dari 400 siswa dari SMPN 1 Dramaga, SMPN 2 Dramaga, dan SMPN 3 Dramaga mengalami keluhan serupa. Awalnya jumlah yang dilaporkan sekitar 200 orang, namun seiring berjalannya waktu jumlahnya meningkat mendekati 500 siswa.
Baca Juga:Cuaca Garut Hari Ini: Hujan Ringan Guyur Hampir Seluruh Kecamatan, Suhu 16–28°CBMKG Lakukan Operasi Raksasa Modifikasi Cuaca Demi Atasi Karhutla di Sumsel dan Kalteng
“Mereka makan MBG-nya kemarin. Gejalanya baru terasa sekitar pukul 00.00 malam tadi, kemudian berlanjut sampai pagi dan tidak sembuh-sembuh. Akhirnya mereka semua berobat ke Puskesmas Cangkurawok,” ujar Zalukhu.
Gejala yang dialami para siswa meliputi mual, muntah, dan sakit perut. Keluhan mulai muncul secara bertahap sejak tengah malam. Saat tiba di sekolah pada pagi hari, semakin banyak siswa yang mengeluhkan gangguan pencernaan yang sama.
Menu MBG yang diduga menjadi penyebab berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abah di Desa Dramaga. Meskipun makanan tersebut disuplai dari dapur yang sama, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti jenis menu yang dikonsumsi maupun penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa.
Zalukhu menekankan bahwa kejadian ini bukan berasal dari MBG yang dibagikan pada hari gejala muncul, melainkan dari makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan sumber kontaminasi.
Kejadian ini menambah deretan kasus dugaan keracunan terkait program MBG di berbagai daerah. Program yang bertujuan memberikan asupan gizi gratis bagi siswa sekolah ini kembali menjadi sorotan terkait pengawasan kualitas bahan makanan, proses pengolahan, serta distribusi yang ketat.
Pemerintah pusat maupun daerah sebelumnya telah melakukan pengetatan pengawasan terhadap SPPG di sejumlah wilayah setelah beberapa kasus serupa muncul.
Baca Juga:Kepolisian Daerah Jawa Barat Serentak Lakukan Operasi Lodaya, Polres Garut Libatkan Ribuan PersonelPersib Bandung Menang 2-1 atas Garudayaksa FC, Maung Melesat ke Posisi 5
Orangtua siswa dan pihak sekolah saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor serta laboratorium terkait. Sementara itu, para siswa yang mengalami gejala sedang mendapat penanganan di Puskesmas Cangkurawok.
