Iming-Iming Kerja Petugas Kebersihan, Janda Dua Anak di Garut Justru Dikerjai dan Disekap di Tempat Prostitusi

Radar Garut
Press conference penangkapan pelaku TPPO
0 Komentar

​GARUT – Niat hati ingin menyambung hidup demi dua buah hatinya, seorang janda asal Bandung berinisial DF justru menjadi korban kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Bermodus penawaran kerja sebagai petugas kebersihan, DF malah ditipu, diancam, dan dipaksa melayani pria hidung belang di kawasan Garut Selatan.

​Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan, kisah kelam ini bermula saat DF tengah gigih mencari nafkah pasca bercerai. Ia harus membiayai dua anaknya yang masih balita, masing-masing berusia 4 tahun dan 9 bulan.

Baca Juga:Berawal Liburan di Vila, Pelajar Garut Pulang dengan Peluru Timah Bersarang di MataModal Lolayitas Kader Hingga Diminati Generasi Muda, DPD PKS Garut Targetkan 2029 Menang Pemilu

​Di tengah kesulitannya, DF bertemu dengan seorang perempuan berinisial CK satu dari lima tersangka dalam sindikat ini.

CK menawarkan pekerjaan di salon milik tersangka lain berinisial EM yang berlokasi di wilayah selatan Kabupaten Garut.

​”Korban dijanjikan untuk bekerja sebagai petugas kebersihan dan pemandu lagu. Tapi tidak dijelaskan bagaimana dia akan melakukan pekerjaannya sejak awal,” kata Niko.

​DF kemudian dijemput oleh dua tersangka lain, yaitu HH dan D (suami dari tersangka EM). Selama satu minggu awal, DF bekerja di lokasi tersebut tanpa curiga.

​Namun, petaka sesungguhnya baru dimulai setelahnya. Tempat yang diklaim sebagai salon tersebut rupanya hanyalah kedok dari sebuah praktik prostitusi terselubung. DF mendadak dipaksa melayani para tamu yang datang.

​Ketika berupaya melawan dan melarikan diri, ancaman membahayakan nyawa langsung dilayangkan kepadanya.

​”Korban sempat menolak dan ingin pulang. Akan tetapi korban mendapatkan ancaman, apabila nekat pulang, nyawanya di bawah ancaman,” ungkap Niko.

Baca Juga:Hadiri Apel Akbar PKS Garut, Ahab Sihabudin Dorong Figur Muda dari PKS Jadi Pemimpin MendatangLegislator Jabar Ahab Sihabudin Lakukan Sapa Warga Berbasis Budaya di Garut

​Penderitaan DF kian menyayat hati. Dalam kurun satu hari, ia dipaksa melayani hingga lima pria hidung belang. Ironisnya, tindakan keji tersebut dilakukan tepat di depan mata anak pertamanya yang saat itu berada di lokasi.

​”Setiap pria membayar Rp 400 ribu, ke seorang tersangka lain, inisial VN yang masih berusia 17 tahun. Sehingga total, ada 5 tersangka yang kami amankan,” katanya.

​Praktik haram ini akhirnya terbongkar setelah korban berhasil melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Garut. Para pelaku kini telah diringkus dan terancam hukuman berat atas perbuatan mereka.

0 Komentar