GARUT — Sebuah unggahan video dari warga menyita perhatian publik di media sosial. Video yang memperlihatkan keluhan penerima beras bantuan pangan dari pemerintah/desa tersebut sempat viral sebelum akhirnya video tersebut telah dihapus oleh pemilik akun.
Dalam rekaman video yang beredar di aplikasi perpesanan tersebut, seorang warga, Agus Ramdani, warga Desa Tipar, Kecamatan Cikelet memperlihatkan karung beras bantuan berukuran 10 kg berlogo Bulog dengan tulisan “Bantuan Pangan – Beras Medium”.
Agus berniat menimbang ulang beras yang baru diambilnya untuk memastikan ketepatan timbangannya.
Baca Juga:Memo Hermawan Minta Pemerintah Segera Lepas Lahan Translokasi di CaringinMemo Hermawan Minta Pemerintah Segera Lepas Lahan Translokasi di Caringin
Sebelum mengukurnya di atas timbangan digital, ia mendapati kejanggalan pada kemasan karung. Di bagian tengah karung, tampak bekas lubang kecil yang diduga bekas ditusuk atau dicoblos oleh oknum tertentu.
“Mau nyobain kilo beras pemberian dari desa, beratnya 10kg ini teh katanya, sekarang saya kilo. Tapi tengah-tengahnya ada bekas lubang…” tutur Agus dalam video yang berbahasa Sunda tersebut.
Kecurigaan warga ini terbukti saat karung-karung beras tersebut diletakkan di atas timbangan. Tak ada satupun karung beras yang beratnya genap 10 kg.
Karung Pertama: Menunjukkan angka 8,7 kg.
Karung Kedua: Menunjukkan angka 8,4 kg.
“Katanya ini 10kg, yang satu 8,7 satu lagi 8,4. Gak ada yang 10 kg,” keluhnya.
Dugaan pengurangan volume beras bantuan ini sempat memicu sorotan warganet yang meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas rantai penyaluran bantuan tersebut agar tidak merugikan masyarakat penerima manfaat.
Kini, video unggahan asli di media sosial saat ini sudah tidak tersedia/dihapus oleh pengunggah. Namun meski demikian, video tersebut sudah ada yang mengunggah dan menyebar di aplikasi perpesanan.
Sementara, salah seorang warga Karangpawitan, Nugraha mengatakan bahwa pihaknya juga telah menerima bantuan pangan beras dalam kondisi kiloan yang sudah berkurang.
Baca Juga:PVMBG Cek Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Dipastikan Tak Ada Peningkatan Aktivitas VulkanikUlah Opik: Pria Mabuk di Garut Sekap dan Ancam Bunuh Istri
“Ada bekas coblosan juga di bagian tengahnya dan kiloannya kurang dari 10 kilogram,” ucap Nugraha.
Ia mengaku tidak mengetahui dari mana asal coblosan di karung tersebut. Dirinya memilih untuk tidak melaporkan kondisi tersebut karena malas berurusan panjang.
“Kalau dilaporkan males ribet, nanti ditanya ini itu. Biasanya kalau ada kondisi begini hanya langsung diganti saja, dan setelahnya seperti tidak ada perbaikan apapun,” ucap Nugraha.
