Pimpinan Cabang (Pinca) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Ciamis, Johan Wahyudi saat dihubungi mengaku bahwa pihaknya melakukan langsung pengecekan lapangan dari mulai Garut Utara hingga Selatan. Hasilnya, ia tidak menemukan adanya beras bantuan pangan yang berkurang.
“Saya kemarin baru juga muter-muter ngecek Banpang ke Garut Utara dan Selatan, dan sebelum-sebelumnya juga sering di Garut. Bahwa hasil pengecekan saya langsung, tidak ada beras dalam karung itu yang berkurang,” ujarnya.
Adapun kaitan dengan karung yang sudah dalam kondisi bolong, pihaknya hingga ini belum menerima keluhan dari pihak desa ke Bulog.
Baca Juga:Memo Hermawan Minta Pemerintah Segera Lepas Lahan Translokasi di CaringinMemo Hermawan Minta Pemerintah Segera Lepas Lahan Translokasi di Caringin
“Sampai hari inipun dari pihak desa belum ada keluhan kepada kami. Dan jikapun ada, silahkan laporkan ke kami dan bisa kami ganti berasnya,” ucapnya.
Johan mengungkapkan bahwa dirinya selama beberapa hari kebelakang standby di Garut. Dan menurutnya, banyak berita hoax yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu yang isinya mendiskreditkan program pemerintah.
“Jadi prinsipnya kalo memang ada hal seperti itu, silahkan untuk kabari langsung ke kami dan kami akan ganti segera. Tim saya ada dilapangan. Jadi jika memang niat baik pasti akan menghubungi atau koordinasi dengan kami, namun jika niat tidak baik maka pasti akan buat berita-berita seperti video tadi,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan video yang beredar itu hoax atau bukan, Johan mengaku tidak mengetahuinya.
“Saya tidak tahu. Dan sekarang saya hanya fokus untuk menyalurkan Banpang yang sesuai untuk masyarakat Garut yang saya banggakan. Saya bekerja untuk negara dan masyarakat,” ucapnya.
Johan menyebut bahwa pada prinsipnya Bulog selalu menyiapkan beras yang sesuai, baik dari kualitas maupun kuantitas kepada masyarakat.
“Jadi jika ada hal hal yang tidak sesuai di lapangan bisa langsung berkoordinasi dengan tim kami dan akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (*)
