Menurut Agung, peningkatan daya saing industri dalam negeri tidak hanya berdampak pada angka ekspor nonmigas, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat global dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan hewan dunia.
”Kementerian Pertanian terus memastikan mutu dan keamanan obat hewan melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) serta proses registrasi yang ketat. Hal ini penting agar produk manufaktur Indonesia senantiasa diakui dan berdaya saing di pasar global,” tegas Agung.
Keberhasilan Vaksindo menembus pasar Afrika ini diharapkan menjadi pemicu bagi industri manufaktur nasional lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas rantai pasok global berbasis riset dan sains unggulan.(*)
