ABK Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Ditemukan Berjarak 340 Km

(Disways)
Jasad ABK yang hilang saat investigasi Anak Gunung Krakatau ditemukan di Bengkulu (Disways)
0 Komentar

RADARGARUT– Titik terang atas tragedi hilangnya kapal motor (KM) Arupadhatu 1 yang mengangkut rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal di Perairan Selat Sunda akhirnya mulai tersingkap.

Setelah berminggu-minggu dalam ketidakpastian, salah satu korban berhasil diidentifikasi sebagai Surakman (60), Anak Buah Kapal (ABK) yang mendampingi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Jenazah Surakman ditemukan terdampar di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang berjarak sekitar 340 hingga 360 kilometer dari titik awal kapal dilaporkan hilang kontak di Selat Sunda.

Baca Juga:Tanpa Ribet dan Antre! Cara Mudah Buka Rekening BCA Online Cuma Pakai HPCara Pakai Alfagift untuk Belanja Online Diantar Sampai Rumah!

Kronologi Penemuan dan Sempat Dimakamkan Warga

Penemuan jenazah berawal dari laporan warga lokal di Pulau Enggano yang melihat sosok mayat terdampar di tepi pantai. Saat pertama kali ditemukan, kondisi jasad sudah sangat memprihatinkan dan sulit dikenali.

Bagian wajah telah rusak berat, tanpa mengenakan pakaian atas, serta hanya memakai celana pendek dengan beberapa luka lebam dan benturan akibat terombang-ambing di lautan lepas.

Karena tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan kondisi jasad yang mulai membusuk, warga desa atas kesepakatan bersama sempat memakamkan jenazah tersebut secara layak pada malam harinya.

Namun, temuan jenazah tanpa identitas (“Mister X”) di pulau terluar Indonesia tersebut segera berhembus ke aparat kepolisian. Menyadari adanya peristiwa besar kapal tenggelam atau hilang di Selat Sunda yang melibatkan insan pers dan awak kapal, Polda Banten berkoordinasi erat dengan Polda Bengkulu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

Pembongkaran Makam dan Kepastian Hasil Tes DNA

Untuk kepentingan penyelidikan dan identifikasi resmi, tim medis bersama kepolisian memutuskan membongkar kembali makam tersebut guna mengevakuasi jasad ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Pengambilan sampel genetik segera dilakukan untuk dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga korban yang berada di Banten.

Polda Banten dalam konferensi pers resminya mengonfirmasi bahwa berdasarkan uji DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang dicocokkan dengan sampel darah dari putra kandungnya, Yayat Suryadi, dipastikan 100% bahwa jenazah tersebut adalah Surakman.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh sang anak, menyampaikan rasa haru dan lega meski harus menerima kenyataan pahit atas kepastian nasib ayahnya. Surakman diketahui merupakan pria pekerja keras yang telah menjadi ABK kapal selama lebih dari enam tahun. Ia menjadi tulang punggung keluarga setelah istrinya meninggal dunia.

0 Komentar